Wapres pimpin rapat terbatas tentang PPKM

2

PAPUADAILY –Wakil Presiden Ma’ruf Amin memimpin rapat terbatas terkait pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) menggantikan Presiden Joko Widodo yang sedang melakukan kunjungan kerja ke Inggris melalui konferensi video dari kediaman resmi Wapres di Jakarta, Senin (1/11/2021).

Dalam rapat tersebut, Wapres menyampaikan sejumlah indikator penanganan COVID-19 di berbagai daerah yang mengalami perkembangan menuju kondisi lebih baik.

Dengan kondisi pelonggaran dalam pergerakan masyarakat sebagai akibat turunnya angka penularan COVID-19, Wapres meminta seluruh jajaran untuk memikirkan mitigasi agar pelaksanaan PPKM semakin terkendali.

“Perlunya memikirkan mitigasi terbaik agar penurunan atau relaksasi, daripada penerapan PPKM itu, kita sesuaikan secara terkendali dan terukur,” kata Wapres di Jakarta.

Wapres meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) untuk semakin memperkuat aplikasi PeduliLindungi guna mengantisipasi potensi gelombang ketiga dengan mengawasi pembatasan pergerakan masyarakat.

“Karena pergerakan masyarakat mulai begitu tinggi, maka perlu adanya pendekatan atau peningkatan mengenai perlindungan terhadap masyarakat. PeduliLindungi harus kita perkuat untuk mengantisipasi munculnya gelombang ketiga,” tegasnya.

Sementara itu, dalam keterangan pers melalui akun Youtube Sekretariat Presiden, Senin, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan pemerintah mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tetap waspada dengan penularan COVID-19.

“Walaupun penurunan penularan COVID-19 sudah bagus, tetapi kita harus terus waspada. Protokol kesehatan tetap dijaga untuk mencegah penularan,” kata Muhadjir usai mengikuti rapat terbatas (ratas).

Pemerintah terus mendorong percepatan vaksinasi COVID-19 kepada masyarakat yang ditargetkan pada Desember 2021 mencapai 291,6 juta penduduk sudah mendapatkan vaksin COVID-19.

“Target vaksinasi Desember 2021 adalah sebanyak 291,6 juta, di mana 80,9 persen untuk dosis pertama dan 59,1 persen untuk dosis kedua,” ujar Muhadjir.