Vaksinasi Ideologi MPR Dianggap Terobosan Cerdas Menangkal Kebangkitan Radikalisme

1

PAPUADAILY –Vaksinasi sosialisasi empat pilar MPR atau “vaksinasi ideologi” yang belakangan ini dipopulerkan Ketua MPR Bambang Soesatyo dianggap sebagai konsep yang baik guna menangkal kebangkitan radikalisme.

“Konsep tersebut merupakan terobosan berpikir yang cerdas dalam merespons kebangkitan radikalisme di Indonesia,” kata pengamat politik Boni Hargens kepada wartawan, Selasa (7/9).

Baginya, vaksinasi ideologi tersebut perlu dilakukan menyasar kaum milenial. Sebab milenial saat ini dianggap menjadi objek yang rentan menjadi korban proyek disinformasi, desepsi, dan propaganda melalui media sosial hingga dakwah-dakwah dunia nyata.

Ia mengurai, pada dasarnya temuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut ada penurunan potensi radikalisme dari 38,4 persen ke 14 pesen pada tahun 2019. Namun penurunan tersebut berbanding terbalik dengan militansi kelompok itu.

“Merawat ke-Indonesiaan berdasarkan Pancasila perlu kebijakan dan gerakan strategis dari negara yang melibatkan masyarakat. Sebab radikalisme terus meningkat dalam aspek militansi,” sambungnya.

Dalam webinar kebangsaan Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) dan Forum Intelektual Muda bertajuk ‘Vaksinasi Ideologi: Kiat Menangkal Radikalisme pasca kemenangan Taliban di Afghanistan’, Senin (6/9), Bamsoet menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat atas radikalisme di dalam negeri.

Oleh karenanya, MPR RI kini gencar melaksanakan vaksinasi ideologi berupa sosialisasi empat pilar ke berbagai kalangan masyarakat guna memperkuat imun ideologi anak bangsa.

“Vaksinasi ideologi ini penting guna memperkuat imun ideologi setiap anak bangsa dalam menghadapi berbagai gempuran ideologi yang tidak sejalan dengan jati diri bangsa Indonesia,” tekan Bamsoet.