Ucapan Gus Yaqut Kemenag Hadiah untuk NU Akan Dibawa ke Parlemen Jika Jadi Perdebatan

4

PAPUADAILY –Ketua Komisi VIII DPR RI, Yandri Susanto, mengatakan pihaknya bakal membawa masalah pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang menyebut Kemenag hadiah negara untuk Nahdlatul Ulama (NU) ke Parlemen. Dengan catatan jika permasalahan tersebut masih ramai diperdebatkan oleh publik.

Yandri langsung mengontak Gus Yaqut tersebut secara personal setelah pernyataannya menjadi perdebatan publik. Hal itu dilakukan untuk Menag segera mengklarifikasi ucapannya.

“Dan pak menteri sudah klarifikasi, kita pantau saja perkembangannya 1-2 hari ini. Kalau misalkan belum clear, ya itu akan kita bawa ke ranah Komisi VIII dan pemerintah,” kata Yandri kepada wartawan seperti dikutip Suara.com, Rabu (27/10/2021).

Menurutnya, para anggota dewan masih mempunyai ruang untuk meminta penjelasan Gus Yaqut di parlemen. Hal itu dilakukan pada rapat kerja bersama Menag dan Komisi VIII usai masa reses berakhir.

“Jadi nanti akan ada raker dengan pak menteri. Tentu para anggota komisi viii termausk pimpinan, masih punya ruang, dan waktu untuk mengklarifikasi secara resmi pernyataan pak Menag tentang kemenag itu hadiah untuk NU,” tuturnya.

Jika pernyataan kontroversi Gus Yaqut tersebut dianggap sudah selesai, Yandri mengaku bersyukur. Klarifikasi secara resmi oleh anggota DPR nantinya tidak akan dilakukan.

Sementara terkait dengan desakan permintaan maaf, Yandri mengakui memang ada sejumlah anggotanya yang mendesak Yaqut untuk menyampaikan permohonan maaf. Namun, kata Yandri, semua bergantung terhadap dinamika yang terjadi.

“Maka kita, sekali lagi berharap ini tidak perlu diperpanjang. Klarifikasi sudah dilakukan. Tapi kalau masih perlu kita punya cara atau punya ruang dan waktu untuk mengklarifikasi secara resmi, bukan hanya melalui media massa. Tapi kita akan gelar raker, nanti salah satu agenda mungkin pak menteri bisa menyampaikan klarifikasinya secara langsung di Komisi VIII,” tandasnya.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengklarifikasi ucapannya mengenai Kementerian Agama (Kemenag) merupakan hadiah negara bagi Nahdlatul Ulama (NU).

Menurut Menag Yaqut Cholil Qoumas, ucapannya mengenai Kementerian Agama hadiah negara untuk NU semata-mata untuk memantik semangat para santri dan pondok pesantren pada acara internal.

“Pertama, saya sampaikan di forum internal, intinya adalah memberi semangat kepada para santri dan pondok pesantren,” ujar Yaqut di Solo, Senin (25/10/2021) dikutip dari ANTARA.

Yaqut mengatakan pernyataan itu hanya di forum internal yang seharusnya tidak menjadi masalah, sebab tujuannya hanya memberikan motivasi kepada para santri saja.

Bahkan, ia mengibaratkan pernyataannya seperti pasangan suami-istri yang mengatakan bahwa dunia milik berdua.

“Itu sama, kira-kira ketika kalian semua ini dengan pasangannya masing-masing melihat rembulan di malam hari, (mengatakan) dunia ini milik kita berdua, yang lain cuma ‘ngekos’, salah enggak itu? Saya tanya salah enggak itu? Itu karena internal,” kata dia.

Menag memastikan bahwa Kemenag tidak hanya untuk NU. Buktinya, kata Menag, Kementerian Agama memberikan afirmasi kepada semua agama.