Taruna AAL peserta KJK 2021 tabur bunga mengenang KRI Nanggala-402

4

PAPUADAILY –Para taruna tingkat III angkatan ke-68 Akademi TNI AL peserta Satuan Latihan Kartika Jala Krida 2021 bersama pengawak KRI Bima Suci melaksanakan upacara tabur bunga di Laut Bali, sebagai bentuk penghormatan dan mengenang para pengawak kapal selam KRI Nanggala-402.

Keterangan yang diperoleh Bagian Penerangan Akademi Angkatan Laut, di Jakarta, Senin (1/11/2021), menyatakan upacara penghormatan itu terjadi dalam pelayaran etape ll Bali-Surabaya pada Minggu (31/10). Kapal latih tiang tinggi kelas Bark tiga tiang itu melintas lokasi KRI Nanggala-402 tenggelam di Laut Bali pada posisi 08° 01′ 00″ Lintang Selatan dan 114° 19′ 08″ Bujur Timur.

Pelayaran pada etape itu adalah akhir dari pelayaran selama tiga bulan mereka dalam operasi pelayaran latihan terintegrasi akhir menjelang mereka naik ke tingkat IV di Akademi TNI AL. Di kapal layar tiang tinggi itu mereka berlatih tentang berbagai hal, mulai dari perencanaan rute, tata kelola organisasi, hingga operasionalisasi kapal perang TNI AL.

Perwira Pelaksana Latihan Kartika Jala Krida 2021 Letnan Kolonel Laut (Pelaut) Pungki Kurniawan turut dalam upacara yang dipimpin Komandan KRI Bima Suci Letnan Kolonel Laut (Pelaut) Waluyo, dengan komandan upacara Kapten Laut (Suplai) Mico Prama.

Pasukan upacara yang terlibat kali ini terdiri dari peleton gabungan perwira menengah dan perwira pertama, peleton gabungan bintara dan tamtama, serta peleton taruna AAL Angkatan ke-68.

Upacara diawali penghormatan kepada para arwah pahlawan yang telah gugur dalam tugas, dilanjutkan pembacaan doa yang dibacakan Sersan Mayor Dua Taruna (Pelaut) Arif Rahman, dan diakhiri dengan pelarungan karangan bunga bersama.

Usai upacara, Waluyo mengatakan bahwa upacara tabur bunga ini dilaksanakan dalam rangka mengenang KRI Nanggala-402 yang mengalami musibah pada April 2021 serta untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme para taruna AAL peserta Satuan Latihan Kartika Jala Krida 2021.

“Ziarah dan tabur bunga di laut Bali dilaksanakan sebagai wujud nyata penghormatan kepada para pahlawan kusuma bangsa yang telah mendahului kita dan atas jasa dharma baktinya yang telah rela berjuang mengorbankan harta bahkan nyawanya demi keutuhan NKRI,” ujarnya.

Pada sisi lain dalam tabur bunga di laut kali ini, juga untuk memberikan wawasan kepada peserta upacara, khususnya para taruna AAL bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawan.

Oleh karena itu, katanya pula, perlu ditanamkan jiwa kebangsaan dan nasionalisme kepada taruna AAL dan generasi bangsa lainnya sebagai calon-calon pemimpin masa depan, agar jiwa patriotismenya tumbuh dan mengakar untuk melindungi dan menjaga kedaulatan Indonesia.