StandUp Comedian Papua Mamat Alkatiri Berbagi Tips untuk Sukses

15

PAPUADAILY –Menjadi StandUp Comedian dan berkarir di Jakarta diakui Mamat Alkatiri bukan perkara mudah.

Terlebih sejak menempuh studi kedokteran di Yogyakarta hingga awal memulai karir di industri hiburan Tanah Air, butuh waktu beradaptasi dengan lingkungan sekitar pulau Jawa yang memiliki stigma tersendiri bagi para pemuda asal Papua. Namun, Mamat Alkatiri berhasil mematahkan stigma tersebut.

Pengalaman ini dibagikannya kepada para peserta Bincang-bincang ‘Katong Papua, Katong Berprestasi’ yang diselenggarakan oleh Direktorat Informasi dan Komunikasi Polhukam Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

“Dulu saat kuliah saya sengaja tidak mau kos yang ada orang Papua-nya. Saat weekend saja main ke asrama Papua, sisanya saya berbaur dengan teman lain karena saya mau diterima sama seperti lainnya,” kata Mamat, membuka perbincangan.

“Dari situ teman-teman saya bilang, wah Mamat karena kamu,saya tidak takut lagi dengan orang Papua. Mungkin karena saya lucu.”

Berbekal pengalaman semasa kuliah di Jogja, membentuk karakter Mamat hingga saat ini jika berinteraksi dengan orang-orang baru.

“Dulu saya justru punya pikiran bagaimana caranya kita ini dianggap biasa saja, tidak dianggap aneh atau bagaimana begitu. Saya rasa harusnya dari kita sendiri dulu ya.. mindset kita juga harus diubah,” ujarnya.

Prinsipnya, lanjut Mamat, nggak usah merasa mindar. Semua orang mengkonsumsi makanan yang sama pada umumnya. “Semua sama, justru kalo katong minder orang jadi melihat kita juga aneh,” kelakarnya.

Sebagai orang Papua, Mamat justru tidak suka jika ada orang non-Papua tiba-tiba sok asik atau menunjukan dekat terhadap orang Papua.  Apalagi berinteraksi atau membuka obrolan menggunakan dialeg Papua.

“Hey kita ini biasa saja kok, ajak kita bicara natural saja, umum saja,” kata Mamat.

Mamat menyadari fenomena persekusi terhadap pemuda Papua masih kerap terjadi. Situasi ini dianggap akan menghambat pemuda Papua untuk berprestasi. Karenanya, Mamat menyemangati para mahasiswa asal Papua untuk lebih percaya diri mengejar mimpi.

“Adik-adik kam semua tu harus percaya kami semua bisa, jadi apapun yang kami semua mau. Apalagi jadi StandUp Comedian itu sudah katong punya kebiasaan di Papua ada Mop to, bicara-bicara humor khas Papua itu so jadi modal awal,” kelakarnya lagi.

Pada diskusi yang dipandu Miss Papua 2006 Putri Nere, pekan lalu, Mamat juga menyampaikan bahwa dunia standup comedian yang ditekuninya bisa jadi saluran kritik sosial dan harapannya bisa membangun.

“Saya dulunya mahasiswa kedokteran, akhirnya pindah jurusan. Saya ingin teman-teman semua percaya kita semua bisa jadi apa yang kita mau asal kita terus doa dan usaha sebaik-baiknya” pesannya.

“Riset dan pendalaman materi itu juga penting dalam industri hiburan StandUp Comedi, intinya kami semua mau, kamibpasti bisa,” ujar Mamat Alkatiri.***