Satgas TNI Yonif 403 Ajarkan Aarga Perbatasan Lebih Kreatif, Buat Kuliner Olahan jagung

0

PAPUADAILY –Prajurit TNI Satgas Pamtas Yonif Mekanis 403/Wirasada Pratista mengajarkan warga perbatasan RI-PNG cara membuat aneka kuliner makanan olahan dari jagung di Kampung Monggoefi, Distrik Yaffi, Kabupaten Keerom, Papua. Sehingga warga lebih kreatif.

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Pamtas Yonif Mekanis 403/Wirasada Pratista Letkol Inf Ade Pribadi Siregar dalam keterangan diterima, Senin (8/11/2021), mengatakan kegiatan mengajarkan ketrampilan mengolah makanan merupakan salah satu wujud pembinaan teritorial yang dilakukan Satgas Pamtas Yonif Mekanis 403/Wirasada Pratista.

“Tujuan lain juga sebagai bentuk penyaluran minat dan bakat masyarakat kampung, khususnya untuk mama-mama dan adik-adik di wilayah perbatasan agar semakin kreatif dalam membuat makanan olahan yang bahan dasarnya bisa di dapatkan dari sekitar lingkungannya,” ungkap Dansatgas Letkol Ade Siregar. Dikutip Antara.

Diakui Dansatgas, pemanfaatan sumber daya alam jenis singkong, ketela atau umbi-umbian sering dijumpai di sekitar perumahan warga dan dapat diolah menjadi makanan olahan yang menarik salah satunya yaitu pengolahan singkong menjadi makanan olahan.

“Singkong selain bermanfaat untuk kesehatan juga mampu menurunkan berat badan dapat menambah energi, mengandung antioksidan, meminimalisir penyakit jantung dan mencegah kanker. Singkong fermentasi dapat menimbulkan efek hangat, apabila diolah menjadi makanan akan memiliki cita rasa yang khas sehingga kami mengajarkan kepada warga binaan di wilayah perbatasan tentang tata cara membuat makanan olahan yang menarik dari singkong,” tambah Dansatgas.

Dansatgas mengungkapkan Kampung Monggoefi merupakan salah satu desa yang memiliki potensi hasil pertanian yang melimpah salah satunya singkong atau tanaman yang memiliki umbi.

Melihat potensi di kampung ini, menurut Letkol Ade Siregar, maka satgas TNI berinovasi untuk pengolahan singkong yang lebih menarik tidak hanya direbus atau digoreng,” jelas Dansatgas.

“Para mama dan adik-adik perempuan yang hadir dalam kegiatan ini, setelah mereka mencoba contoh makanan olahan yang kami buat kemudian bersama-sama mulai mempraktekkannya dengan dituntun personel Pos KM 140 menggunakan bahan dasar berbekal ragi dan singkong yang difermentasi maupun singkong mentah, alhamdulillah hasilnya sesuai dengan harapan rasanya gurih dan enak, warga sangat semangat, antusias dan senang serta tertarik dalam pelatihan belajar cara membuat makanan olahan ini,” tambah Dansatgas.

Dansatgas berharap ke depan dari hasil pelatihan membuat makanan olahan, para mama dan adik-adik dapat mempraktekannya kembali di rumahnya masing-masing membuat makanan olahan dari bahan dasar singkong menjadi berbagai bentuk produk aneka makanan yang bernilai rupiah.

“Tentunya selain untuk dicicipi oleh keluarga di rumah juga dapat membantu meningkatkan pendapatan ekonomi keluarganya,”harapnya.

Sementara itu, salah satu warga yang mengikuti pelatihan membuat makan olahan Ellia (28) mengucapkan rasa senang dan terima kasihnya kepada Satgas Pamtas Yonif Mekanis 403/Wirasada Pratista karena telah memberikan pengetahuan tentang cara mengolah adonan kue dari singkong, ketela atau daun singkong.

“Bahan olahan singkong menjadi berbagai makanan olahan seperti bakpao ketela, ketela goreng Keju, rolade daun singkong, kue lemet, kue getuk, onde-onde dan donat ketela yang siap disantap bersama keluarga dan bernilai ekonomis untuk dikembangkan menjadi industri rumahan,”ujarnya.

Ellia mengucapkan terimakasih karena dengan pelatihan ini bisa dikembangkan cara memasak masakan khas lokal dari bahan singkong, ketela dan daun singkong.

“Semoga ke depan keterampilan yang telah kami terima dari Satgas Yonif 403 Pos KM 140 ini dapat bermanfaat memajukan kampung dan keluarga menjadi sejahtera,”ujarnya.***