Sandiaga Uno usulkan pembangunan kereta gantung menuju Setu Babakan

5

PAPUADAILY –Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno mengusulkan pembangunan kereta gantung menuju Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan untuk menarik wisatawan.

“Ada beberapa ide menarik yang bisa kita kolaborasikan, misalnya, ‘cable car’ (kereta gantung). Kalau kereta gantung ini kita satukan dan terhubung dengan kereta listrik ini jadi sangat menarik,” kata Sandiga saat menganugerahkan Setu Babakan sebagai salah satu desa wisata terbaik di Indonesia di Jakarta Selatan, Jumat (3/9/2021).

Sandiaga menyebutkan, bila hal itu terwujud, perekonomian di Setu Babakan akan semakin berkembang.

Mantan Wakil Gubernur DKI itu menuturkan dengan adanya kereta gantung tersebut masyarakat Jakarta diharapkan akan semakin menghargai budaya Betawi lewat Setu Babakan. “Ini akan jadi sangat menarik untuk masyarakat Jakarta lebih menghargai budaya Betawi. Karena total dari pengelolaan ini 100 hektare lebih. Jadi ini satu kawasan yang bisa menggerakkan ekonomi dan membuka lapangan kerja,” kata dia.

Pelaksana Tugas Wali Kota (Plt) Jakarta Selatan Isnawa Adji mendukung ide yang dilontarkan Sandiaga Uno tersebut.

Isnawa menyebutkan pihaknya mendukung program-program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekfraf) yang ada di Setu Babakan guna menarik minat masyarakat untuk mengenal lebih jauh budaya Betawi.

“Harapan kita ke depan semakin dikembangkan. Misalnya pak menteri tadi menyinggung ke depan ada ‘cable car’ kemudian menambah lagi zona wisata di sini,” kata Isnawa.

“Artinya kita kolaborasikan program-program di Kementerian dengan program yang ada di Setu Babakan sehingga bisa dimanfaatkan warga Jakarta dan warga Indonesia untuk lebih tahu budaya Betawi,” kata dia.

Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan di Jagakarsa (Jakarta Selatan) terpilih menjadi salah satu desa wisata terbaik dari 50 desa wisata terbaik di Indonesia dari Kemenparekraf pada 2021.

Menurut Sandiaga Uno, Setu Babakan memenuhi tujuh kriteria yang ditetapkan dewan juri dari Kementerian Parekraf yang meliputi adanya fasilitas toilet, suvenir, desa digital, CHSE (Cleanliness, Health, Safety dan Environment), konten kreatif, daya tarik wisata dan penginapan.