PTM Terbatas Takkan Bikin Ruang Kelas Jadi Penuh, Ini Penjelasan Menteri Nadiem

1

PAPUADAILY –Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Pendidikan Tinggi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menyatakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang didorong oleh pemerintah, takkan otomatis membuat ruang-ruang kelas menjadi penuh. Sebab, separuh siswa tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Nadiem menyebut daerah dengan status PPKM level 1-3, diperbolehkan melaksanakan PTM terbatas. Mencakup tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) sampai perguruan tinggi. Institusi pendidikan yang seluruh guru dan tenaga pendidiknya sudah divaksin lengkap juga wajib memberikan opsi PJJ kepada murid. Keputusan terakhir ada di tangan orangtua.

Hal yang jelas, aturan ini tak otomatis membuat ruang kelas menjadi penuh. Karena dalam protokol PTM terbatas, maksimum kapasitas adalah 18 anak per kelas untuk tingkat SD dan sekolah menengah, dan lima anak untuk PAUD.

Sementara itu, Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan pihaknya mendorong agar PTM terbatas di wilayah bisa segera dilaksanakan. Uji Coba terus didorong dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Penyelenggara pendidikan dan stakeholder terkait diminta mengikuti aturan yang dibuat oleh pusat.

“Kami membentuk tim monitoring untuk melaksanakan monitor ke sekolah-sekolah,” kata Ade.

Pihaknya menyadari bahwa banyak anak PAUD dan SD yang belum divaksin. Karena itu, pihaknya mengimbau kepada orangtua dan anggota keluarganya yang sudah memenuhi syarat agar segera melakukan vaksinasi. “Sehingga anaknya yang SD itu aman dari klaster keluarga,” tegas Ade.