Presiden Jokowi Tnjau Pusat Vaksinasi Grab yang Ramah Disabilitas

1

PAPUADAILY –Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu secara langsung meninjau pusat vaksinasi Grab Vaccine Center yang merupakan hasil kolaborasi antara Grab, Good Doctor, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

 

Presiden Jokowi hadir secara langsung untuk melihat pusat vaksinasi yang ramah penyandang disabilitas yang berlokasi di Jogja Expo Center. Grab Vaccine Center ini beroperasi pada 8 sampai 11 September 2021 untuk memberikan pelayanan vaksinasi COVID-19 gelombang kedua.

Presiden Jokowi menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat dan seluruh pihak yang telah membantu mensukseskan program vaksinasi COVID-19 sebagai bentuk upaya pencegahan dari virus corona yang tidak mungkin hilang secara total. Turut hadir mendampingi Presiden dalam peninjauan kali ini adalah Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan Bupati Bantul Abdul Halim Muslih.

Sebanyak 8,000 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari penyandang disabilitas, para abdi dalem, lansia serta pekerja publik sektor pariwisata dan transportasi telah mendapatkan vaksinasi.

Sejak Februari 2021, Grab dan Good Doctor telah menjadi mitra swasta pertama pemerintah Indonesia dalam menyukseskan program vaksinasi nasional dengan pendekatan teknologi dan telah membantu distribusi vaksin ke lebih dari 150.000 masyarakat dan mitra pengemudi di Indonesia di 54 kota dan kabupaten hingga kini.

Grab Vaccine Center Yogyakarta menggunakan pendekatan yang mengedepankan teknologi untuk memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi penerima vaksin mulai dari proses pra-registrasi, jadwal vaksinasi, pra-skrining serta penerapan pendaftaran melalui layanan GrabHealth yang didukung oleh infrastruktur digital Good Doctor, yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk pelaksanaan vaksinasi lebih efisien.

Untuk memfasilitasi penyandang disabilitas, Grab Vaccine Center menghadirkan jalur masuk dan antrian khusus, akses untuk pengguna kursi roda, dan toilet ramah disabilitas. Selain itu, penyandang disabilitas juga bisa mendapatkan pendampingan dari Difabel Tanggap Bencana (DIFAGANA) dan penerjemah khusus untuk peserta Tuli, hingga armada antar jemput khusus penyandang disabilitas ke pusat vaksinasi dengan Difabike powered by GrabGerak; ojek pertama yang melayani penyandang disabilitas dan masyarakat umum, dan layanan GrabGerak; transportasi roda empat dengan mitra pengemudi yang sudah dilatih sehingga ramah bagi penyandang disabilitas.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo yang sudah hadir untuk meninjau pelaksanaan Grab Vaccine Center gelombang kedua di Yogyakarta pada hari ini. Saya juga memberikan apresiasi kepada tenaga kesehatan dan juga seluruh panitia yang sudah berusaha bersama-sama untuk menyukseskan kegiatan ini,” ujar President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata melalui keterangannya yang diterima di Jakarta.

Ridzki mengatakan gelombang pertama vaksinasi sudah dilaksanakan pada 14 hingga 17 Juni 2021 lalu berjalan dengan lancar dan sukses.

“Kini, gelombang kedua pusat vaksin kami hadirkan dengan aman, halal, serta memaksimalkan teknologi dan sumber daya yang ada. Grab Vaccine Center menjadikan penyandang disabilitas sebagai salah satu target vaksinasi dengan menghadirkan berbagai fasilitas dan akses yang ramah bagi mereka. Semoga melalui pusat vaksinasi ini dapat segera terbentuknya herd immunity sehingga membantu roda perekonomian lokal menjadi lebih baik,” tambah Ridzki.

Dalam kesempatan yang sama Managing Director Good Doctor Technology Indonesia Danu Wicaksana mengatakan bahwa Good Doctor selalu siap menjadi mitra pemerintah dalam menyukseskan program vaksinasi nasional.

“Kami menyadari pentingnya percepatan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 untuk mendukung pemulihan Indonesia. Pada Grab Vaccine Center, kami memanfaatkan fitur registrasi peserta vaksinasi serta fitur pre-screening yang dapat diakses melalui aplikasi Grab dan Good Doctor guna mengurangi kerumunan massa dan meminimalisir kasus batal atau tunda di lokasi vaksinasi,” ujar Danu.