PPKM Darurat, Pemerintah Targetkan Kasus Covid-19 Menurun

2

PAPUADAILY –Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang juga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan target khusus pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat ini adalah menurunkan kasus harian Covid-19 di Indonesia.

“Target PPKM Darurat ini adalah turunkan kasus Covid-19, khususnya kasus yang bisa dimonitor berbasis pada varian delta. Target berikutnya monitor terkait kasus aktif, tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di RS agar kapasitasnya ditingkatkan sampai dengan 40% penanganan Covid-19,” katanya saat Konferensi Pers PPKM Darurat Luar Jawa Bali, Jumat (9/7/2021).

Selain itu vaksinasi prioritas dilakukan kepada daerah-daerah yang diberlakukan PPKM Darurat, untuk diberikan tambahan vaksin termasuk di luar Jawa-Bali.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito menyebut pentingnya memasifkan upaya deteksi dini melalui testing (pemeriksaan). Meskipun saat ini angka testing nasional sudah melebihi standar yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).

Masifnya testing, diharapkan dapat menekan laju penambahan kasus dan menekan bertambahnya angka kematian serta menyelamatkan nyawa pasien. Kondisi saat ini di berbagai daerah, dari 34 provinsi ada 31 provinsi dengan kenaikan persentase kasus aktif, 9 provinsi mengalami kenaikan persentase kematian, dan 29 provinsi mengalami penurunan kesembuhan.

“Kenaikan persen kematian menunjukkan dalam satu minggu terakhir, kenaikan kematian yang terjadi lebih signifikan dibandingkan kesembuhan,” ucap Wiku.

Untuk itu, upaya deteksi dini yang dilakukan pemerintah daerah melalui pemeriksaan atau testing harus diupayakan secara masif. Dan kabar baiknya, angka testing nasional kini sudah melebihi standar WHO dengan jumlah pemeriksaan per 1.000 penduduk per minggu mencapai 252,78%, dengan jumlah PCR sebanyak 380.480 (52%), antigen sebanyak 363.399 (48%).

Angka ini menunjukkan upaya testing terus mengalami peningkatan. Namun yang perlu diingat bahwa pemeriksaan ini, harus terus diupayakan secara merata di seluruh provinsi di Indonesia. Pemerintah terus berupaya memasifkan testing sehingga kasus positif dapat lebih banyak teridentifikasi dan segera ditangani.