PON XX Papua : Kemenparekraf Siap Pulihkan Sektor Pariwisata di Event Besar Ini

0

PAPUADAILY –Kementerian Pariwisata dan Ekonomi dan Kreatif (Kemenparekraf) gencarkan pemulihan sektor pariwisata dan ekonomu kreatif di Indonesia, salah satunya melalui ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

Pelaksanaan PON XX/2021 di Papua Oktober mendatang akan dijadikan kesempatan untuk mempromosikan destinasi wisata dan produk ekonomi kreatif di Papua.

“PON di Papua ini diharapkan memberi dampak pada pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif dan juga digunakan sebagai sarana untuk memperkenalkan potensi budaya alam hingga ekonomi kreatif yang sangat kaya raya, yang dimiliki oleh Papua,” ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno dikutip KoranKaltim.com dari laman resmi Kemenparekraf.go.id.

Sandiaga mengapresiasi merchandise yang digunakan dalam ajang PON yang merupakan produk ekonomi kreatif kriya yang berasal dari Papua, yakni noken.

Noken adalah tas tradisional masyarakat Papua yang dibawa dengan menggunakan kepala dan terbuat dari serat kulit kayu.

“Merchandise ini wujud kolaborasi dengan ibu-ibu di Papua, jumlahnya 25 ribu noken. Noken ini merupakan ikon kearifan lokal papua produk ekonomi kreatif untuk menjadi sarana wadah membawa barang. Noken sendiri ini juga sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda,” ujar Sandiaga.

Sandiaga menyampaikan Presiden Jokowi sudah memberi lampu hijau kepada masyarakat untuk  menonton PON namun khusus mereka yang  telah tervaksinasi. PON juga akan digelar dengan penonton terbatas.

Lebih jauh, Sandi menegaskan pihaknya sudah mengajak pekerja seni untuk turut serta menyosialisasikan aplikasi PeduliLindungi sesuai arahan Jokowi.

PeduliLindungi adalah aplikasi yang dikembangkan untuk membantu instansi pemerintah terkait dalam melakukan pelacakan untuk menghentikan penyebaran Covid-19.

Aplikasi ini mengandalkan partisipasi masyarakat untuk saling membagikan data lokasinya saat bepergian agar penelusuran riwayat kontak dengan penderita dapat dilakukan.

Pengguna aplikasi ini juga akan mendapatkan notifikasi jika berada di keramaian atau berada di zona merah, yaitu area atau kelurahan yang sudah terdata ada orang yang terinfeksi Covid-19 positif atau ada pasien yang dalam masa karantina.***