PON Papua, Jadi Harapan Chris John Temukan Penerusnya

3

PAPUADAILY –Mantan juara dunia kelas bulu Chris John berharap penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua dapat melahirkan penerusnya di cabang olahraga tinju. Sebab hingga kini belum ada lagi petinju kelas bulu Indonesia yang jadi juara dunia.

“Harapan saya PON nanti mungkin ada dari cabang tinju bisa juga atletnya bagus kelihatan tampil bagus dan ke depannya sukses di ‘event-event’ internasional,” kata Chris John ditemui di Media Center PON cluster kabupaten Jayapura, Sentani, Jayapura, Sabtu (25/9/2021).

Wakil IV Ketua Umum Bidang Kerja Sama Luar Negeri, Media dan Humas, KONI Pusat itu juga mengatakan PON XX Papua sekaligus menjadi ajang bagi petinju amatir untuk menimba pengalaman sebelum melanjutkan ke profesional.

“Menurut saya jika petinju memiliki pengalaman amatir yang baik saat di profesional seharusnya petinju lebih baik,” ujar Chris John.

Secara umum, Chris John berpesan kepada atlet yang akan bertanding di PON XX Papua untuk tetap fokus, tetap mengikuti anjuran sang pelatih dan mengerjakan pekerjaan mereka sebagai atlet sebaik-baiknya.

“Tentu saat pertandingan bisa menunjukkan performanya yang terbaik,” ujar Chris John.

Mantan juara dunia tinju kelas bulu WBA itu menyebut beberapa cabang olahraga dapat melahirkan atlet dunia, di antaranya bulutangkis, angkat besi, atletik dan renang.

Secara keseluruhan, PON Papua akan menggelar total ada 37 cabang olahraga yang dipertandingkan, 56 disiplin cabang olahraga dan 679 nomor pertandingan/perlombaan dengan total 6.496 atlet dan sekitar 3.300 ofisial.

Sempat mengalami penundaan setahun karena pandemi COVID-19, PON XX Papua akan digelar pada 2-15 Oktober. Semua cabang olahraga tersebar di empat klaster yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke.

Cabang olahraga tinju bakal dipertandingkan di GOR Cendrawasih APO, Kota Jayapura, pada 3-5 Oktober 2021.

Sebagai informasi, Yohannes Christian John, atau lebih dikenal sebagai Chris John adalah mantan petinju Indonesia.

Ia mencatatkan rekor sebagai juara dunia kelas bulu pertama yang berasal dari Indonesia, mencatatkan rekor sebagai petinju kedua terlama yang menjadi juara dunia kelas bulu sepanjang masa, serta mencatatkan rekor sebagai peringkat kedua dalam daftar petinju yang paling sering mempertahankan gelar juara dunia kelas bulu sepanjang masa.

Ia tercatat sebagai petinju Indonesia kelima yang berhasil meraih gelar juara dunia, setelah Ellyas Pical, Nico Thomas, Ajib Albarado dan Suwito Lagola.***