POM AD Sorong Tangkap Tentara Gadungan Berpangkat Brigjen

104439

PAPUADAILY – Satuan Polisi Militer Angkatan Darat (POM-AD) dari enpom XVIII/1 Sorong menangkap seorang oknum tentara gadungan yang berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) pada Selasa (19/1) sekitar pukul 23:00 WIT.

Dilansir dari Radar Sorong, oknum tentar gadungan tersebut diketahui berinisial DR (27). Dalam pengakuannya, ia merupakan personel tentara yang bertugas di Satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Dalam penangkapan tersebut, petugas POM-AD mengamankan sejumlah barang berupa baju kaos Kopassus, dan kalung Kopassus di kediaman orangtuanya di SP 2 Kabupaten Sorong.

Pasi Gakkum Denpom XVIII/1, Lettu CPM Nicky Cahyadi mengatakan DR diamankan berdasarkan informasi dari seorang wanita usia 41 tahun atas dugaan tindakan pemerasan dan penipuan.

“DR memang bukan anggota TNI maupun berpangkat Brigjen TNI karena teman-teman TNI juga pernah mendengar berita seperti itu dan salah satu oknum TNI pernah bertemu DR dan DR mengaku sebagai Bais dan juga dari Grup 3 Kopassus, tapi saat diamankan DR tidak dapat menunjukkan identitas ataupun kartu tanda anggota TNI,” katanya.

Menurut dia, modus yang digunakan oleh DR dalam mengelabui pasangannya yakni ia sering mengirimkan foto-foto kerusuhan ataupun kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan TNI, sehingga kekasihnya percaya bahwa ia seorang anggota TNI AD.

Bermula dari sana, setelah itu, DR meminta uang secara terus menerus. “Jadi korban itu tertipu sekitar Rp10 jutaan, hingga kini kami pun masih mengembangkan kasus ini mungkin ada korban lainnya,” ujarnya.

Berdasarkan keterangannya, DR sudah menjalankan perannya menyamar sebagai TNI Gadungan selama 3 tahun lamanya dan kemungkinan korbannya bukan hanya satu atau dua orang saja.

Selain itu, sambung Lettu CPM Nicky, bukan hanya DR saja kemungkinan masih ada oknum-­oknum yang mengaku sebagai anggota TNI dan akan diselidiki.

Dengan adanya kejadian tersebut, Lettu CPM Nicky menghimbau agar masyarakat khususnya wanita di Sorong Raya apabila menaruh kecurigaan terhadap pasangan yang merupakan anggota TNI, segera pastikan dengan mendatangai satuannya ataupun mengecek identitas yang bersangkutan supaya tidak ada korban-korban selanjutnya.(*)