Polisi Tepis Isu Bentrok Lapas Tangerang Sebelum Kebakaran: Jangan Berandai

1

PAPUADAILY –Peristiwa kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang yang menewaskan 44 narapidana masih menyisakan tanda tanya. Sejumlah isu liar bermunculan, salah satunya ada keributan antarnapi sebelum kebakaran terjadi.

Namun isu liar itu ditepis polisi. Hasil penyelidikan sejauh ini, polisi memastikan tidak ada indikasi keributan yang terjadi sebelum kebakaran maut di blok C2 Lapas Tangerang terjadi.

“Sampai sekarang belum (temuan ada keributan narapidana). Jangan berandai-andai,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di RS Polri, Jakarta Timur, Kamis (9/9/2021).

Yusri meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya. Yusri meminta masyarakat percayakan hasil penyelidikan soal penyebab kebakaran ke polisi. “Jangan berandai, jangan buat satu opini dengan narasi-narasi yang tak logis dan percayakan ke kami ke penyidik untuk kita lakukan proses (penyelidikan),” ujar Yusri.

Sejauh ini total sudah ada 22 saksi yang diperiksa polisi. Para saksi itu terbagi dalam tiga klaster pemeriksaan. Tiga klaster itu terdiri dari para penjaga lapas yang tengah berjaga di malam peristiwa kebakaran terjadi. Klaster kedua merupakan 73 narapidana yang berhasil selamat.

“Klaster berikutnya klaster warga pendamping warga binaan. Ini adalah warga binaan yang mau selesai yang biasanya mereka mendampingi blok-blok yang ada. Itu yang kita lakukan pemeriksaan,” jelas Yusri.

“Arahnya ke mana? Untuk mengetahui keterangan dari mereka semua. Yang mereka ketahui apakah betul itu terjadi kebakaran, sumber apinya dari mana, dan lain sebagainya,” tambahnya.

Yusri menyebut penyelidikan kasus ini akan berjalan secara transparan. Pihaknya akan berbicara berdasarkan temuan fakta penyelidikan yang dilakukan penyidik.

“Ini masih didalami penyidik Polda Metro jadi tolong jangan berasumsi yang lain. Ada yang bilang ada perkelahian dulu, ada yang sengaja, ada yang ini. Jangan berasumsinya. Kami tim sedang bekerja nanti akan kami sampaikan apapun hasil dari penyidik maupun Puslabfor. Nanti kita sampaikan secara transparan ke rekan-rekan semuanya,” pungkas Yusri.