Pertandingan Pertama PON XX Papua Cabor Sofbol Sudah Siap Digelar

2

PAPUADAILY –Pertandingan pertama Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua akan dimulai kurang lebih satu minggu lagi. Sofbol menjadi cabang olahraga pembuka yang digelar pada 22 September 2021 di venue Universitas Cenderawasih (Uncen), Wamena, Kota Jayapura.

Ketua Bidang I Panitia Besar (PB) PON Papua, Yusuf Yambe Yabdi, mengatakan pihaknya sudah mematangkan persiapan jelang pertandingan pertama cabor sofbol. Bahkan, test event juga telah diselenggarakan untuk memastikan kesiapan venue, peralatan, dan panitia pelaksana (panpel).

“Pertandingan pertama, softball dan baseball sudah ready. Mereka sudah melakukan test event, sudah siap. Kita double check di test event, terhadap logistik, sumber daya manusia (SDM) panpel, pendukung panpel,” kata Yambe Yabdi, dikutip dari Jubi.co.id, Selasa (14/9/21).

“Terus kemudian di logistiknya adalah peralatan dan perlengkapan pendukung, apakah sudah confirm. Kalau belum terpasang atau belum digunakan, paling tidak sudah terkonfirmasi oleh penanggung jawab, baik itu yang disediakan oleh perlengkapannya maupun oleh overlay.”

Yambe menambahkan, secara keseluruhan persiapan menjelang pertandingan pertama PON XX Papua sudah tidak ada masalah lagi, baik yang berada di klaster Kota Jayapura maupun Kabupaten Jayapura, hingga klaster Mimika dan Merauke.

“Jadi kita pada prinsipnya tanggal 22 September tetap gelar pertandingan, tidak ada masalah dengan semua pertandingan, baik yang ada di Kota Jayapura 22 pertandingan, di Kabupaten Jayapura 21 pertandingan, Kabupaten Mimika 12 pertandingan, dan Kabupaten Merauke enam pertandingan,” tutur Yambe.

“Persiapan arena sudah tidak ada masalah, arena semua sudah 100 persen, tinggal rugbi yang masih pembenahan, akan selesai dalam waktu dekat karena tinggal [pemasangan] karpet rumput saja.”

Sementara terkait dengan dana APBN senilai Rp1,4 triliun, Ketua Harian PB PON, Yunus Wonda mengatakan, pihaknya akan tetap melaksanakan PON sesuai jadwal meskipun hingga kini dana yang diajukan tersebut belum cair.

“Kami terus berpikir keras bahwa PON XX ini tidak boleh ditunda hanya gara-gara persoalan makan minum, sehingga kami di sisa berapa hari ini terus bekerja maksimal supaya bagaimana PON XX ini bisa berjalan lancar. Tidak boleh terhambat hanya gara-gara dana itu,” kata Wonda.

“Kita akan upayakan dengan anggaran yang ada di kami saat ini, walaupun itu tidak cukup, tapi bagaimana kita harus memaksimalkan itu. Kita terus bekerja maksimal dan tidak ingin PON XX tertunda hanya gara-gara itu, karena kepercayaan negara kepada kami kepada masyarakat Papua harus pastikan PON tetap berjalan.”