Pemkab Kediri Gandeng Kementerian Pertanian Beli Cabai Petani

2

PAPUADAILY –Pemkab Kediri merespons harga cabai di Kabupaten Kediri yang anjlok. Mereka berencana menggandeng Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) untuk membeli panenan petani. Hanya saja, hingga kemarin masih belum ditentukan harga jual yang akan diterima petani.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri Anang Widodo mengungkapkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementan. “Ini sudah ada bantuan dari dirjen hortikultura,” katanya.

Mereka berkomitmen membeli panenan cabai dari petani secara langsung. Menindaklanjuti hal itu, dispertabun menyiapkan truk untuk mengangkut cabai Kediri ke Jakarta.

Agar pembelian cabai oleh Kementan bisa optimal, Anang menyebut pihaknya juga sudah mengomukasikan hal tersebut dengan para petani cabai. Termasuk mendata luas lahan dan panenan mereka. Demikian juga dengan rencana penanaman cabai selanjutnya.

Lebih jauh Anang menjelaskan, pembelian cabai oleh Kementan merupakan solusi jangka pendek. Terutama untuk menekan kerugian yang dihadapi petani Kediri dalam panen raya tahun ini.

Adapun solusi jangka panjang adalah dengan melakukan perencanaan penanaman dan mengurangi luas tanaman. Sehingga, tidak terjadi over supply yang mengakibatkan harga jeblok. Selebihnya, dispertabun juga akan melakukan pendekatan penanaman ramah lingkungan untuk mengurangi biaya produksi.

Lalu, berapa ton cabai yang dibeli Kementan? Anang mengaku belum mengetahui secara pasti. Demikian juga terkait harga beli panenan cabai warga Kediri yang menurut Anang juga belum disebutkan.

Terpisah, Ida Rohmatiningsih, petani cabai asal Desa Ngablak, Banyakan mengaku sudah mendengar kabar tentang rencana pembelian cabai dari Kementan. “Besok (hari ini, Red)saya diminta menjadi pengepul untuk pembelian cabai dari petani,” tuturnya.

Meski demikian, perempuan yang juga menjadi ketua kelompok tani Rahayu ini belum mengetahui harga beli cabai dari Kementan. Dia berharap harga beli dari Kementan bisa jauh lebih tinggi dari harga pasar yang kemarin sebesar Rp 10.500 per kilogram.

Jika harga beli dari Kementan tidak lebih tinggi dari harga pasar, menurut Ida para petani di Kabupaten Kediri belum terbantu. Dengan harga pasar sekarang, biaya produksi yang harus ditanggung petani masih lebih tinggi alias mereka merugi. “Kalau (harga beli Kementan, Red) hanya seharga itu (Rp 10.500, Red) tidak ngefek,” sesalnya.