Pemerintah Sebut Covid-19 Cetak Rekor Terus Karena Sistem Pelaporan Testing Membaik

5

PAPUADAILY –Pemerintah mengklaim tingginya penambahan kasus konfirmasi positif dalam beberapa hari terakhir disebabkan oleh sistem pelaporan testing Covid-19 yang membaik.

Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksinasi Covid-19, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan saat ini setiap kasus positif yang dilaporkan dari laboratorium di daerah akan langsung terhitung sebagai kasus konfirmasi positif nasional, tidak lagi diverifikasi di pusat.

“Kami perlu sampaikan, peningkatan angka kematian dan konfirmasi positif adalah dikarenakan adanya sistem verifikasi secara otomatis pada laboratorium pemeriksaan yang menghilangkan proses verifikasi secara berjenjang sehingga pelaporan menjadi lebih transparan dan tepat waktu,” kata Nadia dalam jumpa pers virtual, Rabu (14/7/2021).

Dia juga menyebut pencatatan kasus yang semakin baik ini membuat laju penularan atau positivity rate Covid-19 di Indonesia stabil, meski masih tinggi 26,59 persen dalam sepekan (standar WHO 5 persen).

“Positivity rate kita cenderung stabil. Hal ini juga sejalan dengan upaya peningkatan testing, di mana target yang harus kita capai adalah 324 ribu orang yang dites per hari,” ucapnya.

Nadia mengungkapkan pencapaian jumlah testing yang sesuai target ini baru terjadi di DKI Jakarta.

Sejumlah pasien menjalani perawatan di tenda barak yang dijadikan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (4/7/2021). [ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah]

“Baru DKI Jakarta yang mencapai target jumah tes harian dengan kecepatan penambahan tes yang diamati dalam 10 hari terakhir,” tuturnya.

Sementara, kasus positif Covid-19 di Indonesia kembali mencetak rekor bertambah sebanyak 54.517 orang pada Rabu (14/7/2021), sehingga total kasus menembus 2.670.046 orang.

Ini merupakan rekor tertinggi penambahan kasus harian selama pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

Dari jumlah itu, ada tambahan 991 orang meninggal sehingga total menjadi 69.210 jiwa meninggal dunia.

Kemudian, ada tambahan 17.762 orang yang sembuh sehingga total menjadi 2.157.363 orang lainnya dinyatakan sembuh. Sementara kasus aktif naik 35.764 menjadi 443.473 orang, dengan jumlah suspek mencapai 192.716 orang.