Pemerintah Larang Takbiran dan Salat Iduladha di Masjid

5

PAPUADAILY –Pemerintah, Jumat (2/7), mengeluarkan kebijakan baru mengenai pelaksanaan salat Iduladha dan pemotongan hewan kurban. Aturan ini dikeluarkan di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat yang akan berlangsung selama 3-20 Juli.

Dalam jumpa pers, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjelaskan pelaksanaan takbir keliling di wilayah berlakunya PPKM darurat dilarang. “Takbiran kita larang di zona PPKM darurat, takbiran keliling, arak-arakan, baik jalan kaki maupun kendaraan. (Takbiran) di dalam masjid juga ditiadakan. Takbiran di rumah masing-masing. Salat Id di zona PPKM darurat juga ditiadakan,” kata Yaqut.

Presiden Joko Widodo Kamis (1/7) mengumumkan berlakunya PPKM darurat di semua provinsi di Jawa dan Bali sepanjang 3-20 Juli.

Menurut Yaqut larangan salat Ied itu sejalan dengan aturan dalam pelaksanaan PPKM darurat selama 3-20 Juli, semua tempat ibadah ditutup.

Yaqut menambahkan penyembelihan hewan kurban boleh dilaksanakan di tempat terbuka dan dibatasi. Namun hanya yang berkurban yang boleh menyaksikan pemotongan tersebut.

Sedangkan pembagian daging hewan kurban, lanjut Yaqut, tidak boleh dibagikan dengan mengundang kerumunan, tapi diserahkan langsung ke rumah masing-masing penerima kupon daging hewan kurban.

Yaqut menekankan aturan takbir, salat Ied, pemotongan dan pembagian daging hewan kurban tersebut akan dimasukkan dalam surat edaran Menteri Agqma yang akan disebarluaskan ke semua wilayah yang terkena zona PPKM darurat dan di luar zona PPKM darurat.