Pemerintah Dinilai Perlu Libatkan Ilmuwan Hadapi Kejutan Varian Baru Virus Covid-19

2

PAPUADAILY –Ketua umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta mengatakan, virus Corona (Covid-19) terus memberikan kejutan varian-varian baru yang lebih ganas dan mematikan dalam beberapa waktu ke depan.

Ia berharap para saintifik dapat memberikan panduan (guidance) kepada negara maupun publik, bagaimana cara tepat menghadapi pandemi Covid-19 ini.

“Kita saat ini menghadapi ketidaktahuan, kita mendapatkan kejutan-kejutan baru Covid-19. Disinilah perlunya ada guidance dari para saintifik, yang sekaligus berfungsi melawan disinformasi informasi,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Rabu (7/7/2021).

Menurut Anis Matta, negara harus memberi ruang yang lebih besar kepada para saintifik untuk mengatasi pandemi Covid-19 saat ini. Sehingga negara diberikan pandangan dalam mengambil keputusan.

“Para saintifik dapat berpartisipasi dengan memberikan guidance kepada publik tentang semua kejutan-kejutan baru yang kita saksikan setiap hari ini. Sebenarnya gelombang Covid-19 masih berapa lama?” katanya.

 

Hal itu dilakukan untuk menjaga ‘public mood’ dan daya tahan masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang tidak tahu kapan akan berakhir.

Spesialis Mikrobiologi Klinik dan Kedokteran Regenerasi dr. Rina Adeline, dr., SpMK., MKes., ABAARM, mengatakan, varian Delta dari India memiliki daya infeksi dan transmisi yang lebih besar.

“Virusnya mampu menginfeksi lebih besar dan terus melakukan bentuk mutasi baru. Virus ini bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan, dan bisa diketahui kalau test antara antigen dan PCR dilakukan bersamaan,” kata dr Rina Adeline.

dr Rina Adeline berharap pemerintah terus memperluas program vaksinasi dan mempercepat target ‘herd immunity’ tercapai.  Selain itu, masyarakat juga diminta untuk menerapkan protokol kesehatan dan menggunakan masker dua lapis agar tidak terpapar varian baru.   “Ada slogan dari Banyumas yang bisa dicontoh, lebih baik agak susah nafas, dari pada hilang nafas,” katanya.

Pakar Epidemiologi Kesehatan UI Dr.dr.Helda, M.Kes mengatakan, para ahli epidemiologi sebenarnya sudah berkali-kali mengingatkan pemerintah dan masyarakat mengenai pandemi Covid-19 belajar dari berbagai kasus pandemi sejak tahun 1854 lalu.

“Kita sudah persiapkan bagaimana pengendalian penyakit ini, sebelum ada varian dari India. Mahasiswa kita, banyak di daerah sudah bersiap-siap untuk mengendalikan apabila akses bandara dan pelabuhan ditutup. Tetapi kita tidak bisa berbuat apa-apa, karena kebijakannya lain,” kata Helda.