Pemerintah Akan Impor Tabung Oksigen untuk Ruang Darurat di RS

4

PAPUADAILY –Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian untuk mengimpor tabung oksigen. Impor ini untuk memenuhi ruang darurat tambahan di rumah sakit.

“Sehingga kita juga dengan Menteri Perindustrian sudah berkoordinasi untuk impor tabung yang 6 meter kubik dan 1 meter kubik untuk memenuhi ruang-ruang darurat tambahan yang ada di rumah sakit,” kata Menkes Budi Gunadi dalam rapat kerja Komisi IX DPR RI, yang disiarkan YouTube DPR RI, Senin (5/7/2021).

Selain itu, Menkes Budi Gunadi sudah mendapat komitmen dari Kementerian Perindustrian untuk alih alokasi produksi oksigen. Sebesar 90% produksi oksigen dalam negeri akan dialihkan ke sektor medis.

“Kami sudah mendapatkan komitmen dari Kementerian Perindustrian, kita sudah koordinasi dengan Menteri Perindustrian agar konversi oksigen dari industri ke medis diberikan, sampai 90%, jadi sekitar 575 ribu ton per tahun produksi oksigen dalam negeri akan dialokasikan untuk medis,” ujar Menkes Budi.

Kapasitas produksi oksigen nasional, dijelaskan Menkes Budi Gunadi Sadikin, ada 866 ribu ton per tahun, tapi semua pabrik membutuhkan 75%, sehingga riil yang diproduksi setiap tahun adalah 640 ribu ton. Dari situ, 75% dipakai untuk oksigen industri, seperti industri baja dan nikel, sedangkan medis hanya 25% atau 181 ribu ton per tahun.

Secara kewilayahan, Jawa Tengah jadi daerah yang memproduksi oksigen paling sedikit. Sedangkan yang cukup banyak di wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur.

“Kita memang menyadari ada isu dari sisi distribusi, karena memang Jawa Tengah paling sedikit produksi oksigennya, banyaknya ada di Jawa Barat, Jawa Timur. Jadi kita harus ada logistik yang disalurkan ke sana,” imbuhnya.