Pastikan Ada Dukungan BUMN untuk Penanganan Pandemi Covid-19

3

PAPUADAILY –Menteri BUMN, Erick Thohir, turun langsung dalam memastikan kontribusi BUMN dalam penanganan pandemi Covid-19, terutama untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan obat-obatan. Selain memastikan distribusi dan harga obat yang memadai lewat BUMN sektor farmasi, BUMN juga ikut memastikan ketersediaan tabung oksigen untuk sejumlah rumah sakit (RS).

“BUMN bergerak cepat di segala lini. Ini terutama untuk membantu ketersediaan oksigen. Beberapa perusahaan BUMN sudah menyalurkan oksigen ke sejumlah wilayah yang membutuhkan,” ujar Erick dalam keterangan pers tertulis, 6 Juli 2021.

Erick mengungkapkan perusahaan-perusahaan BUMN strategis seperti Pertamina Group termasuk di dalamnya adalah PGN, Krakatau Steel, dan Pupuk Indonesia Group yang di dalamnya ada Petrokimia dan juga PUSRI. Tak kalah penting, Pelindo ikut aktif dalam infrastruktur logistiknya.

Erick mengungkapkan perusahaan-perusahaan BUMN strategis seperti Pertamina Group termasuk di dalamnya adalah PGN, Krakatau Steel, dan Pupuk Indonesia Group yang di dalamnya ada Petrokimia dan juga PUSRI. Tak kalah penting, Pelindo ikut aktif dalam infrastruktur logistiknya.

Pertamina Group, ujarnya, selain mengalokasikan infrastrukturnya untuk memperlancar alokasi dan distribusi oksigen ke lokasi-lokasi yang membutuhkan, melalui PGN juga memberikan bantuan dan oksigen. Sementara Pupuk Indonesia Group sudah mengirimkan total 96.73 ton oksigen ke RS yang ada di Jakarta, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.

“Krakatau Steel yang memiliki alokasi oksigen yang cukup besar yang selama ini digunakan sebagai bagian proses produksi baja. Kini kapasitas oksigen milik Krakatau Steel pun segera dialihkan untuk membantu ketersediaan oksigen di rumah sakit,” kata Erick.

Menurut Erick, dengan fasilitas yang dimiliki mulai dari raw material hingga jaringan distribusi, fokus BUMN adalah untuk membantu penanganan pandemi. Dia optimistis langkah cepat yang dilakukan perusahaan-perusahaan BUMN akan cepat dalam merespons kebutuhan di lapangan.

“Saat ini fokus adalah menjamin ketersediaan oksigen yang memadai bagi seluruh rumah sakit dan tempat perawatan. Distribusi secara masif terus dilakukan dan insya Allah ini akan menjamin ketahanan persediaan oksigen di rumah sakit,” ujarnya.