Pasien Covid-19 Harus Waspada Jika Saturasi Oksigen Kurang dari 95

2

PAPUADAILY –Guru Besar Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof Tjandra Yoga Aditama, mengatakan pasien Covid-19 harus waspada jika mengalami saturasi oksigen kurang dari angka 95. Bahkan, dia menyarankan agar pasien segera berkonsultasi dengan dokter atau jika memungkinkan pergi ke fasilitas kesehatan.

“Patokannya 95, walaupun ada yang bilang lebih rendah lagi, tapi kalau kurang dari 95 apalagi kurang dari 90 itu harus sangat waspada, harus berkonsultasi dengan dokter,” kata Tjandra saat dihubungi oleh Beritasatu.com, Kamis (8/7/2021).

Tjandra mengatakan saturasi oksigen menggambarkan keadaan kadar oksigen di dalam tubuh seseorang. Saturasi menjadi parameter sangat penting untuk menentukan kondisi baik atau tidaknya penyakit.

“Saturasi oksigen harus dimonitor terutama orang yang sedang isolasi mandiri di rumah masing-masing memakai oksimeter untuk mengukur,” ujarnya.

Dia mengatakan kekurangan oksigen atau hipoksia bisa berbahaya termasuk menyebabkan penurunan kesadaran bahkan sampai kematian. Orang yang kekurangan oksigen merasakan jantung berdebar-debar, batuk, dan sesak napas.

Bahkan, pasien bisa terengah-engah dan memproduksi keringat berlebih. Hipoksia juga bisa menyebabkan kerusakan organ tubuh seperti otak, hati, dan lainnya.

Tjandra mengatkan peningkatan saturasi bisa dilakukan dengan memberikan oksigen tambahan kepada pasien. Selain itu, pasien juga bisa dengan posisi proning untuk membantu fungsi pernapasan.

“Bisa juga posisi tidur dibuat prone position agak menungging. Itu membantu membuat pernapasan bekerja dengan lebih baik,” ujarnya.