Panglima TNI ke Papua Pekan Depan, Umumkan Langsung Konsep Pengamanan

4

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menyatakan pengumuman pola pendekatan baru dalam menangani sejumlah konflik di Papua akan diumumkan pekan depan. Andika menyebut pengumuman itu pun akan langsung ia umumkan di Tanah Papua.

Hal itu ditegaskan Panglima saat menyambangi Mabes Polri untuk bersilahturahmi dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Selasa (23/11). Keduanya membahas isu kenegaraan yang strategis untuk dihadapi dua instansi ke depannya.

“Mudah-mudahan minggu depan, saya akan ke Papua saya akan umumkan di sana. Pasti itu, tadi utamanya itu tadi termasuk itu (pengamanan Papua),” kata Andika kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (23/11).

Andika memastikan bakal menuntaskan janji yang telah dibuat oleh dirinya saat mengikuti Fit and Proper Test dengan Komisi III DPR RI terkait pengamanan Papua.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) tersebut menyatakan bahwa pembahasan antar-institusi terkait pengamanan tersebut dilakukan secara detail dengan Kapolri.

“Karena di sana juga kan ada overlapping tugas yang kami lakukan berdua, atau dua institusi, TNI dan Polri, dan itu kami bahas cukup detail tadi,” tambahnya.

Selain soal penanganan keamanan, Andika mengatakan bahwa dirinya juga akan memfokuskan diri untuk penanganan pandemi Covid-19 di Bumi Cenderawasih. Kata dia, soliditas Polri dengan aparat TNI menjadi penting untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Dalam hal ini, mendukung percepatan vaksinasi di wilayah itu.

“Minggu depan saya ke sana, untuk berusaha mempercepat persentase vaksinasi tapi juga akan menjelaskan tentang konsep yang baru,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolri Listyo menegaskan bahwa dirinya akan terus meningkatkan sinergitas dan soliditas dengan TNI. Ia mengatakan bahwa kedua pihak sepakat untuk mengubah paradigma dalam menghadapi daerah konflik.

Jenderal bintang empat yang merupakan mantan Kabareskrim Polri itu lantas mengucapkan selamat kepada Andika karena telah terpilih sebagai pucuk pimpinan militer di Indonesia.

“Tentunya bagaimana kami rubah paradigma terhadap pola-pola penanganan, terhadap beberapa gangguan kriminalitas seperti di Papua, Poso dan juga kegiatan lain tentunya akan terus kita bangun,” ucap Listyo.