Pakar Nilai Penurunan Kasus Covid-19 Dampak dari PPKM Darurat

4

PAPUADAILY –Pakar Kesehatan Masyarakat, Hasbullah Thabrany menilai penurunan kasus positif Covid-19 dalam empat hari terakhir merupakan dampak dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada Pulau Jawa dan Bali sejak 3 Juli 2021.

“Kalau melihat angka dan data, suka atau tidak suka, ini korelasinya kuat (dengan PPKM Darurat). Kita bisa lihat dari analisis Google di mana pergerakan (orang) sudah menurun. Penurunan pergerakan secara teori penularan penyakit, teori epidemiologi, berhubungan dengan kejadian penyakit. Jadi ini kita harus akui ada hubungan,” katanya kepada merdeka.com, Selasa (20/7).

Karena PPKM Darurat bisa menekan laju penularan Covid-19, Hasbullah mendorong pemerintah memperpanjang kebijakan tersebut. Idealnya, PPKM Darurat diterapkan sampai kasus positif Covid-19 di Indonesia hanya bertambah 5.000 dalam seminggu.

“Kalau saya merekomendasikan sampai kasus (positif) di Indonesia secara keseluruhan kurang dari 5.000 dalam seminggu baru bisa kita kendorkan. Kalau masih di atas 5.000 masih berat,” ujarnya.

Kasus harian Covid-19 di Indonesia tercatat mengalami penurunan pada Senin (19/7) kemarin. Penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 tercatat 34.257 orang atau menurun jika dibandingkan sehari sebelumnya yakni 44.721 orang.

Penurunan ini bersamaan dengan berkurangnya jumlah testing Covid-19, yakni hanya dilakukan pemeriksaan kepada 160.686 spesimen dari 138.175 orang. Total akumulasi kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia menembus 2.911.733 orang per 19 Juli 2021. Dari jumlah tersebut, 2.293.875 di antaranya sudah sembuh, 74.920 meninggal dunia dan 542.938 masih dirawat.

Penurunan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia tak hanya terjadi kemarin. Dalam lima hari terakhir sejak mencatatkan rekor tertinggi penambahan kasus Covid-19 dalam 24 jam, yakni pada 15 Juli 2021, jumlah orang terpapar virus asal Wuhan, China itu terus mengalami penurunan.

Pada 18 Juli 2021 misalnya. Kasus harian positif Covid-19 di Indonoesia juga menurun menjadi 44.721 orang jika dibandingkan sehari sebelumnya. Sedangkan kasus kematian naik tipis menjadi 1.093, pasien sembuh tambah 29.264 dan kasus aktif tambah 14.364 orang.

Temuan 44.721 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 setelah dilakukan pemeriksaan terhadap 192.918 spesimen dari 138.046 orang. Jumlah orang yang ditesting pada hari ini menurun signifikan.

Kemudian pada 17 Juli 2021. Penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 menurun menjadi 51.952 berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 251.392 spesimen dari 188.551 orang. Jumlah orang yang ditesting kali ini meningkat dari dua hari sebelumnya.

Sementara peningkatan kasus kematian tercatat bertambah sebanyak 1.092 orang, pasien sembuh naik 27.903 dan kasus aktif meningkat 22.957.

Sehari sebelumnya atau pada 16 Juli 2021, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah sebanyak 54.000 orang. Ini menunjukkan, ada penurunan penambahan kasus positif Covid-19 dari sehari sebelumnya.

Namun, penurunan ini sejalan dengan menurunnya testing Covid-19. Pada hari itu, 54.000 kasus positif Covid-19 ditemukan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap 258.532 spesimen dari 179.216 orang.

Sementara itu, kasus kematian akibat Covid-19 bertambah sebanyak 1.205 orang, pasien sembuh meningkat 28.079 dan kasus aktif naik 24.716 pada hari yang sama.