Net1 siap dukung pemerintah atasi kesenjangan internet di perdesaan

47

PAPUADAILY –Operator telekomunikasi Net1 Indonesia menyatakan siap mendukung pemerintah yang sedang berupaya memacu ketersediaan jaringan internet untuk wilayah perdesaan.

Meskipun pengguna internet di Indonesia terus naik mencapai 196,7 juta, namun ketimpangan akses internet antara perdesaan dan perkotaan masih menjadi persoalan mendasar. “Perusahaan berkomitmen melayani kebutuhan internet bagi masyarakat di perdesaan dan pelosok Nusantara, yang dilakukan sejalan dengan arahan dan komunikasi yang konstruktif dengan regulator,” kata Advisor Net1 Indonesia Rudy Martinez, di Jakarta, Sabtu.

Menurut Rudy, berbeda dengan wilayah perkotaan, terutama yang berada di Pulau Jawa, akses internet di perdesaan terutama kategori daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) harus terus ditingkatkan untuk mengatasi kesenjangan digital di Tanah Air.

Seperti diketahui, wilayah perkotaan di Pulau Jawa menyumbang lebih dari 55 persen pertumbuhan internet di Indonesia. Sementara itu, sebanyak 12.548 desa belum memiliki akses layanan internet, di mana dari jumlah itu sebanyak 9.113 desa di antaranya berada di daerah 3T.

Ia menjelaskan, saat ini Net1 melayani lebih dari 85.000 pelanggan yang tersebar di seluruh Nusantara, di antaranya di Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Sulawesi, Kalimantan, Maluku, dan Papua.

Perusahaan juga memberikan akses internet gratis di 120 sekolah dan 200 rumah sakit. Selain itu, 150 Puskesmas diperkirakan juga akan mendapatkan akses internet gratis sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility Net1.

Namun dalam memperluas layanan, Net1 saat ini sedang menghadapi persoalan kewajiban membayar Biaya Hak Pengguhaan (BHP) frekuensi.

“Kami berkomitmen untuk berkontribusi pada kepentingan nasional dengan melayani kebutuhan internet masyarakat di 3T. Untuk itu, kami berkomunikasi intens dengan Kominfo dalam menyelesaikan kewajiban BHP,” kata Rudy.