Menteri PPPA: Anak Rentan Jadi Korban Eksploitasi Dunia Maya di Masa Pandemi Covid-19

3

PAPUADAILY –Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengatakan, pada masa pandemi Covid-19 anak-anak rentan mengalami eksploitasi dan kekerasan di dunia maya.

Pasalnya, situasi pandemi saat ini membuat anak-anak akrab dengan internet karena hampir menggunakannya setiap hari.

Sementara itu, literasi digital baik kepada anak itu sendiri maupun orangtua sangat kurang.

“Hal tersebut (eksploitasi dan kekerasan) dapat terjadi karena adanya ketidakpahaman anak mengenai literasi digital dan gagapnya orangtua serta masyarakat dalam mengikuti perkembangan teknologi,” kata Bintang dikutip dari siaran pers, Jumat (16/7/2021).

Menurut Bintang, anak-anak perlu mendapatkan pengasuhan yang tepat di era digital baik dari para orangtua, guru maupun masyarakat yang memiliki literasi digital yang baik.

Sebab, kata dia, pengasuhan yang tepat akan mendorong anak mampu memanfaatkan teknologi digital dengan cerdas dan bijak.

Termasuk dapat mendorong anak untuk bersemangat hidup di dunia nyata.

“Anak-anak Indonesia sebagai pelopor dan pelapor telah, sedang, dan akan terus melakukan upaya kritis serta selalu waspada dalam melindungi diri mereka dari berbagai risiko berbahaya dibalik kemudahan internet,” kata dia.

Bintang mengatakan, pengalaman selama pandemi akan sangat berguna bagi mereka agar dapat terus mengasah empati, simpati, dan kepedulian terhadap diri sendiri serta orang lain.

Hal tersebut, kata dia, dapat membentuk anak-anak menjadi pribadi yang lebih baik.

Oleh karena itu, keamanan anak di ranah online pun disebutkannya menjadi perhatian serius bagi pemerintah, baik Kementerian PPPA maupun Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Sementara itu, data terbaru dari We Are Social 2021 menunjukkan, sebanyak 73,7 persen dari total populasi Indonesia saat ini merupakan pengguna internet, dan 61,8 persen di antaranya aktif menggunakan media sosial.

Namun meskipun internet memberi banyak informasi dan pengetahuan, khususnya bagi anak, akan tetapi kejahatan siber yang ada di dalamnya harus diwaspadai.

Terutama yang mengincar anak-anak sebagai korban, baik penipuan, hoaks, cyberbullying, hingga eksploitasi.