Menkominfo Ingatkan Platform Medsos Aktif Atasi Hoaks Covid-19

2

PAPUADAILY –Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate meminta platform media sosial (medsos) lebih aktif mengatasi hoaks tentang covid-19. Pengembang medsos dituntut turut mengamplifikasi pesan yang membangun optimisme serta menyebarkan kebijakan pemerintah.

“Saya menyesalkan banjir informasi yang tidak tepat dan sangat memengaruhi laju pemulihan pandemi covid-19 di Indonesia,” kata Johnny dalam keterangan pers, Selasa, 20 Juli 2021.

Menkominfo telah mengadakan pertemuan dengan pimpinan platform media sosial di Indonesia pada Minggu, 18 Juli 2021. Dia menyebutkan infodemi tidak bisa bisa lagi ditangani dengan cara yang dijalankan sehari-hari.

“Penyebaran berita bohong sangat memengaruhi pemikiran manusia, yang menjadi taruhan adalah nyawa saudara-saudari kita sebangsa Indonesia. Sudah banyak yang jadi korban dari penyebaran infodemi yang kian masif ini, kita tidak boleh menyerah kalah,” kata Johnny.

Sepanjang 23 Januari 2020 hingga 18 Juli 2021, data Kementerian Kominfo menyebutkan ada 1.763 isu hoaks covid-19 yang tersebar melalui 3.817 unggahan medsos. Sebanyak 3.356 konten sudah diturunkan, sedangkan 767 kasus diajukan ke ranah hukum.

Hoaks yang dimaksud antara lain tuduhan rumah sakit meng-covid-kan pasien hingga kabar covid-19 ialah konspirasi. Selain itu, Kementerian Kominfo menemukan 252 isu hoaks vaksin covid-19 pada periode 4 Oktober 2020 sampai 18 Juli 2021.

Isu hoaks tersebut dimuat di 1.850 unggahan media sosial. Menurut Kementerian Kominfo, seluruh unggahan hoaks vaksin covid-19 itu sudah diturunkan.

Misinformasi juga merambat pada kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat Jawa dan Bali. Pada 4 hingga 18 Juli 2021, ada 25 isu hoaks di 209 unggahan.

Terdapat 136 unggahan yang sudah diturunkan. Hoaks tentang PPKM menyangkut pemahaman yang keliru tentang perpanjangan PPKM darurat.

Kementerian Kominfo berkomitmen terus menangani hoaks. Platform medsos diharap aktif menurunkan konten sembari pemerintah menerbitkan klarifikasi hoaks, memberikan edukasi dan literasi digital, sampai bekerja sama dengan kepolisian untuk penegakan hukum.

Johnny juga meminta dukungan dari masyarakat untuk memberantas hoaks. Publik perlu memeriksa mandiri informasi yang beredar dan mengadukan hoaks ke kanal aduan.

Saat ini, kanal s.id/infovaksin dan s.id/datacovid19id disediakan untuk mengecek kebenaran informasi. Sementara itu, aduankonten.id disiapkan untuk kanal aduan konten negatif, termasuk hoaks seputar virus korona dan vaksin covid-19.