Menko Airlangga Sebut Penggunaan Istilah Level PPKM Mengacu pada WHO

4

PAPUADAILY –Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, penggunaan level dalam istilah PPKM mengikuti rekomendasi dan arahan world health organization atau WHO. Mengacu hal tersebut, ada dua level yaitu transmisi dan kapasitas respons.

“Kita mengakui apa yang diarahkan WHO. Kita melihat dari segi level, itu adalah kalau level situasi 4 dari transmisi dan kapasitas respons yang belum memadai sehingga perlu diperbaiki,” kata Airlangga saat jumpa pers daring, Rabu (21/7).

Airlangga merinci, kriteria paramater kasus dalam level 4 ini adalah konfirmasi positif per 100 ribu penduduk ada di atas 150 kasus. Kemudian tingkat perawatan per 100 ribu penduduk di atas 30 (persen).

“Kita melihat kemampuan terbatas testing positivity rate, kemudian mendorong kontak tracingnya dan juga terkait Bed Occupancy Rate. Sehingga apabila ada di kriteria tersebut maka (daerah) masuk level 4,” jelas dia.

Airlangga memastikan, akan terdapat dinamika penerapan kebijakan di tiap daerah. Hal itu terpantau dari tinggi rendahnya kasus yang tercatat di Kementerian Kesehatan.

“Level 4 ini di Kemenkes ada data hariannya sehingga kita menjaga berdasar data mingguannya, biar kita bisa menentukan jumlah-jumlah kotanya,” pungkas Airlangga.