Menko Airlangga Kejar Penurunan Kasus Covid-19 di Papua, Demi Kesuksesan PON XX

4

PAPUADAILY –Demi kelancaran dan kesuksesan PON XX, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto selaku Ketua Komite penanganan Pandemi Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) meminta kepada Forkompimda Provinsi Papua (Pangdam, Kapolda, Kajati) untuk terus bekerja lebih keras lagi guna mendorong penurunan jumlah kasus penularan virus.

Sebab menurutnya, walaupun terjadi perbaikan level asesmen di Kab. Dogiyai dan Keerom, namun terjadi kenaikan level di Kab. Lanny Jaya (dari level 1 ke 3).

“Sesuai arahan Bapak Presiden, saya harus meng-update kondisi terakhir penanganan Covid-19 dan kesiapan PON di Papua, baik dari sisi dukungan Pemerintah Pusat, Provinsi, sampai ke Kabupaten/Kota.

Terutama 5 Kab/ Kota yang terkait langsung dengan penyelenggaraan PON, yaitu Kab. Jayapura, Kota Jayapura, Kab. Mimika, Kab. Merauke, dan Kab. Keerom sebagai penyangga. Saya titip ke jajaran Forkompimda, supaya tingkat kasus ini bisa diturunkan dalam 1-2 minggu ke depan,” jelas dia dalam pernyataannya, Minggu (9/5/2021). Dikutip Merdeka.com.

Saat ini, Positivity Rate yang masih cukup tinggi, terutama di Kab. Supiori mencapai 60,0 persen dan Mamberamo Tengah sebesar 33,3 persen. Sehingga jumlah testing masih harus ditingkatkan.

“Capaian testing yang cukup tinggi di hanya di Kab. Boven Digoel dan Kota Jayapura yang sudah lebih dari 80 persen,” ungkapnya.

Jika dilihat dari Zonasi Risiko, Provinsi Papua termasuk dalam Zonasi Risiko Sedang (Zona Oranye). Terdapat 15 Kab/Kota dengan Risiko Rendah (Zona Hijau), 14 Kab/Kota dengan Risiko Sedang (Zona Oranye).

“Sementara, BOR Provinsi Papua yaitu 36 persen, di atas BOR Nasional (22 persen). Sejumlah Kab/Kota BOR masih berada di atas 50 persen, terutama di Lanny Jaya dan Mappi (100 persen), Mimika, Tolikara, Boven Digul, Jayawijaya (kurang dari 50 persen),” ucapnya.

Untuk capaian vaksinasi, per 2 September 2021, penyuntikan Dosis-1 di Papua sebesar 18,03 persen atau masih di bawah capaian nasional 31,32 persen.

“Untuk 5 Kab/Kota yang terkait penyelenggaraan PON, minimal sudah harus 70 persen Dosis-1 sebelum PON dimulai, dan Dosis-2 akan segera kita kejar,” tandasnya.

Sesuai arahan Bapak Presiden, kata dia, penonton yang belum vaksin tidak boleh masuk mengikuti PON. Hal itu mutlak. ***