Masih Rendah, Minat Masyarakat Urus Kartu Identitas Anak

2

PAPUADAILY –Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) Zudan Arif Fakrulloh menyebut minat masyarakat mengurus kartu identitas anak (KIA) masih rendah. Karena itu, perlu adanya skema yang bisa mendorong masyarakat agar mengurus KIA untuk putra-putri mereka.

Menurut Zudan, rendahnya minat masyarakat terhadap KIA disebabkan karena belum adanya ekosistem baku mengenai pemanfaatan KIA yang berlaku secara nasional.

Oleh sebab itu, Zudan mendorong jajarannya di daerah untuk melakukan kerja sama pemanfaatan KIA dengan berbagai lembaga, khususnya lembaga penyedia jasa hiburan dan rekreasi anak.

Hal itu, kata Zudan, sejatinya dilakukan untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap penerbitan KIA yang selama ini dinilai masih rendah. Padahal, KIA tersebut penting untuk memenuhi identitas anak usia di bawah 17 tahun sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2016 tentang KIA.

Zudan mencoba menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka pembangunan ekosistem pemanfaatan KIA.

“Saya akan mencoba bekerja sama dengan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kebun Raya, Taman Safari, dan juga Ancol untuk memberikan insentif pada anak pemilik KIA,” kata Zudan.