Mahfud MD : PON XX Bisa Dihadiri Penonton dengan Prokes Ketat dan Terbatas

2585

PAPUADAILY –Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua bisa dihadiri oleh penonton yang sudah mendapat vaksin dan dengan protokol kesehatan yang ketat. Hal itu dikatakan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM Mahfud MD.

“Kami sekarang sudah memutuskan setiap pertandingan bisa ditonton, cuma syaratnya dua, satu protokol kesehatan, kedua, jumlah penontonnya akan ditentukan sesuai dengan keadaan yang akan ditentukan dalam waktu dekat, jadi tidak bisa berbondong-bondong,” kata Mahfud dalam konferensi pers, Jumat (10/9/2021).

Papua saat ini berada pada level 3 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Protokol kesehatan saat nonton pertandingan PON XX meliputi, pendaftaran secara daring, pemeriksaan suhu tubuh, dan tes antigen sebelum masuk venue pertandingan. Selain itu, jumlah penonton juga dipastikan akan dibatasi.

“Tentang jumlah penonton nanti akan ditetapkan kemudian, apakah kapasitas 100 persen, 80 persen atau berapa setiap venue, itu akan ditetapkan lebih lanjut,” kata Mahfud.

Meski begitu, Mahfud memastikan pertandingan juga bisa disaksikan secara daring lewat siaran langsung di televisi.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, pada dasarnya penonton yang hadir harus juga sudah harus mendapat vaksinasi. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

Karena itu, Tito mengatakan vaksinasi massal telah diminta Jokowi untuk dilakukan di lima daerah di Papua. Kelima daerah itu adalah Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, Merauke dan Mimika. Tito memperkirakan jumlahnya adalah 600 ribu orang atau sekitar 2/3 dari populasi.

“Kekebalan kelompok itu minimal 2/3 adalah 600 ribu orang. Jadi dibutuhkan 1,2 juta dosis. Ini diharapkan beliau minimal satu dosis itu akhir September itu harus sudah disuntikan,” kata Tito.

Karena itu, ia meminta bantuan tokoh-tokoh masyarakat untuk mendorong masyarakat untuk mau divaksinasi. Tito mengakui, salah satu masalah di lapangan adalah masih banyaknya masyarakat yang enggan mendapat vaksin.

“Jadi kalau semua 2/3 daerah yang 5 itu sudah bisa divaksinasi itu hebat sekali semuanya, luar biasa. Karena inilah keuntungan PON ini bisa percepatan vaksinasi bagi 5 daerah itu,” kata Tito.***