Literasi Keuangan Kunci Berantas Pinjol Ilegal

3

PAPUADAILY –Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Semuel A. Pangerapan menyampaikan, dalam memberantas pinjaman online (pinjol) ilegal yang saat ini kian marak, solusi utamanya adalah meningkatkan literasi masyarakat.

Terdapat dua jenis literasi yang harus diberikan. Pertama, literasi data pribadi mengenai pembelajaran tata cara melindungi data pribadi, peningkatan pemahaman mengenai apa itu data pribadi, serta peningkatan pemahaman mengenai dampak apabila data pribadi kita bocor dan disalahgunakan.

euangan seperti pengenalan tentang penggunaan fintech dengan bijak, dan juga pengelolaan keuangan yang cermat di era digital. Upaya meningkatkan literasi masyarakat ini harus dilakukan bersama, termasuk oleh perusahaan fintech.

“Kunci efektif memberantas pinjol ilegal adalah meliterasi masyarakat. Kalau masyarakatnya tidak lagi menggunakan (layanan) pinjol ilegal, pasti nanti (pinjol ilegal) akan mati sendiri,” kata Semuel dalam acara Zooming with Primus bertajuk “Mencari Solusi Penanganan Pinjol Ilegal”.

angan, menurut Semuel kerangka regulasi juga perlu dihadirkan untuk memberikan norma pelaksanaan praktik fintech dan acuan sanksi bagi pelanggarannya.

Diakui Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing, banyak masyarakat yang menjadi korban pinjol ilegal karena tingkat literasi masyarakat yang masih rendah. Mereka tidak melakukan pengecekan legalitas saat melakukan pinjaman, dan juga terbatasnya pemahaman terhadap pinjol.

Sejak 2018 hingga Juli 2021, Satgas Waspada Investasi telah menghentikan kegiatan 3.365 ilegal. Mayoritas server dari pinjol ilegal tersebut berada di luar negeri, sementara server pinjol ilegal yang ada di Indonesia hanya 22%.