Lantik Laksma TNI Antongan Simatupang Jadi Staf Ahli, Mahfud MD Ungkap Tantangan yang Dihadapi

4

PAPUADAILY –Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkapkan sejumlah tantangan di bidang kedaulatan wilayah dan kemaritiman yang dihadapi Indonesia. Salah satunya koordinasi dan sinkronisasi kebijakan masalah Laut China Selatan dan Laut Natuna Utara.

“Tantangan dalam bidang kedaulatan wilayah dan kemaritiman saat ini salah satunya adalah terkait koordinasi dan sinkronisasi kebijakan dalam permasalahan Laut China Selatan dan Natuna Utara,” kata Mahfud dalam sambutan pelantikan dan pengambilan sumpah Laksma TNI Antongan Simatupang sebagai Staf Ahli Bidang Kedaulatan Wilayah dan Kemaritiman di Aula Bisma, Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Jumat (29/10/2021).

Tantangan lainnya adalah pelanggaran kapal asing dan drone ke wilayah Indonesia. Selain itu juga terkait RUU Omnibuslaw Kamla dan RPP tentang Tata Kelola Keamanan, Keselamatan, dan Penegakan Hukum di Wilayah Perairan Indonesia dan Wilayah Yurisdiksi Indonesia.

Karena itu Mahfud berpesan pada Laksma TNI Antongan Simatupang sebagai pejabat yang baru, untuk menyinergikan kementerian dan lembaga terkait dalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut.

“Kepada Staf Ahli Bidang Kedaulatan Wilayah dan Kemaritiman yang baru dilantik, saya percaya dengan semua pengalaman di bidang akademik dan pengalaman tugas, Anda dapat memberikan rekomendasi terhadap permasalahan tersebut. Untuk itu, perlu menyinergikan antar K/L terkait,” katanya.

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Laksma TNI Antongan itu merupakan pelaksanaan dan tindak lanjut Keppres Nomor 130/TPA Tahun 2021 tanggal 27 September 2021.

“Atas nama pemerintah serta atas nama pribadi dan keluarga, saya ucapan selamat kepada Laksma TNI Antongan Simatupang dan istri atas kepercayaan sekaligus amanah ini. Saya percaya saudara akan mampu melaksanakan tugas yang diemban dengan sebaik-baiknya,” katanya.