Kuala Kencana : Kota Modern di Hutan Papua, Pertama di Indonesia Punya Pengolahan Air Kotor

7

PAPUADAILY –Kompleks permukiman Kuala Kencana berada di tengah hutan. Namun tak disangka-sangka kompleks ini memiliki fasilitas modern, menjadi kota pertama di Indonesia yang memiliki sistem pengolahan air kotor. Kompleks ini menjadi venue lomba lari maraton PON XX.

Saat lomba maraton digelar beberapa hari lalu, Kuala Kencana, yang biasanya sepi, terlihat sibuk. Atlet-atlet terbaik tanah Air di nomor jalan cepat 20 km putra dan putri, serta lari marathon putra dan putri unjuk gigi di PON XX/2021 Papua. Relawan, ofisial, dan penduduk tumplek blek sejak dini hari.

“Treknya bagus, sepanjang jalan banyak pepohonan hijau. Bolehlah setelah PON ada race marathon di sini lagi,” kata Triyaningsih, atlet lari dari DKI Jakarta, yang finis di urutan kedua dan meraih perak dari lari maraton putri. Dikutip Detiknews.com

Ungkapan serupa itu juga diucapkan atlet lain. Sebagian bahkan menyebut, trek di Kuala Kencana sebagai salah satu yang terbaik dibandingkan lomba yang diikuti sebelumnya.

Setelah race, mereka juga menyempatkan untuk berfoto di depan air mancur. Yang rupanya, merupakan patung besi karya I Nyoman Nuarta. Tepatnya ada di tengah alun-alun Kuala Kencana.

Patung itu merupakan patung burung dibuat dalam bentuk memutar dan bagian ekornya dibuat panjang, menjadi simbol umur panjang serta lambang kehidupan dan keberuntungan sebagai cita-cita orang Suku Kamoro. Juga ada motif cangkang penyu yang melambangkan kemampuan hidup di dua alam, di darat dan laut.

“Kota Kuala Kencana itu kawasan hunian yang diperuntukkan untuk karyawan Freeport. Saat PON digunakan untuk venue lari marathon dan jalan cepat. Kuala Kencana dan keindahan alam, hutan tropis yang masih asri sehingga oksigen yang sangat bagus,” kata Samsul Arifin, superintendent WSS & GMTC Lowland PT Freeport Indonesia.

Samsul bilang, Kuala Kencana 100 persen terbuka untuk umum. Mulai Senin hingga Minggu. Buat mobil yang masuk akan ditandai dengan stiker.

Tetapi, memang tidak ada kendaraan umum keluar masuk Kuala Kencana dari pusat kota Timika. Bahkan di dalam kota Timika juga tidak ada angkutan umum.

“Itu untuk memudahkan evakuasi dan pertolongan andai terjadi sesuatu terjadi di Kuala Kencana. Bisa lebih mudah melakukan investigasi. Misalnya, mobil datang kemudian terjadi kecelakaan,” kata Samsul.

Fasilitas di Kuala Kencana, yang memiliki luas, 17.078 hektare itu sangat komplet dan cukup modern. Samsul menyebut di dalam Kuala Kencana terdapat 489 rumah dan apartemen yang terbagi ke dalam dua RW, sekolah dari TK hingga SMA, dan tempat ibadah, klinik kesehatan, pusat perbelanjaan, salon, dan pusat kebugaran, serta lapangan golf.

Selain fasilitas bagus, Kuala Kencana juga menjadi pionir kota yang memiliki pengolahan air kotor.

“Sejak dibangun tahun 1993, di Kuala Kencana terbangun juga STP (Sewage Treatment Plant) untuk mengolah dan penanganan air kotor domestik yg dihasilkan dari perumahan di Kuala Kencana. Per hari STP Kuala Kencana dapat menampung air kotor sekitar 2000m3/hari,” kata Samsul.

“Pengetatan pemakaian air bersih di Kuala Kencana juga dilakukan pembatasan untuk penghematan cadangan air bawah tanah (ABT),” ujarnya.***