KTT G20 Sepakati Road Map Bantuan Kesehatan, RI Berhasil Masukkan Isu Ini

2

PAPUADAILY –Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Roma, Italia, menghasilkan teks deklarasi dari para pemimpin negara. Isu global yang menggambarkan perekonomian dunia termasuk tindakan bersama yang dapat dilakukan negara anggota G20 menjadi isi deklarasi tersebut.

“Leaders declaration ini terdiri dari 61 paragraf yang mencakup 26 isu yang menggambarkan tantangan perekonomian dunia termasuk situasi pandemi dan apa yang dapat dilakukan bersama oleh negara-negara anggota G20,” ujar Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi dalam keterangannya di hotel tempatnya bermalam di Glasgow, Skotlandia, seperti dikutip dari keterangan tertulis Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Senin (1/11/2021).

Sejumlah isu yang masuk di dalam deklarasi tersebut antara lain kesehatan, energi dan perubahan iklim, perjalanan internasional, hingga ekonomi digital. Dalam bidang kesehatan, Indonesia termasuk salah satu negara yang mengusulkan pembentukan joint health and finance task force untuk membantu pendanaan penanganan kesehatan di masa pandemi.

“Disepakati pembentukan joint health and finance task force untuk menyusun road map pendanaan bantuan penanganan kesehatan, khususnya untuk negara-negara miskin dan berkembang,” kata Retno.

Perihal isu energi dan perubahan iklim, Retno menyebut terjadi perdebatan yang mendalam saat membahas mengenai target pengurangan emisi karbon dan penetapan time frame menuju net zero emission.

“Dan tentunya semua sepakat bahwa untuk transisi energi diperlukan kerja sama internasional,” ujar Retno.

Selain itu, Indonesia juga berhasil memasukkan prinsip common but differentiated responsibilities (CBDR) dalam konteks energi dan iklim. Dalam konteks tersebut, Indonesia menekankan pentingnya pemenuhan komitmen pembiayaan iklim dari negara maju untuk negara berkembang.

“Kita juga memasukkan pentingnya pemenuhan komitmen pembiayaan iklim USD100 miliar dari negara maju untuk negara berkembang dan pembentukan digital economy working group,” imbuhnya.

Agenda Jokowi di KTT COP26

Jokowi akan memulai rangkaian agenda di Glasgow yang cukup padat. Jokowi diagendakan melakukan pertemuan bisnis dengan perusahaan Inggris yang akan berinvestasi di Indonesia.

“Kegiatan Presiden sudah sangat-sangat padat. Acara besok dimulai dengan pertemuan bisnis dengan beberapa perusahaan Inggris yang berencana untuk berinvestasi baru atau menambahkan investasi baru di Indonesia, termasuk di bidang investasi hijau,” ujar Menlu Retno saat menyampaikan keterangannya di hotel tempatnya bermalam di Glasgow, Skotlandia, pada Minggu, 31 Oktober 2021 waktu setempat.

Setelahnya, Jokowi akan menghadiri upacara pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pemimpin Dunia COP26 yang digelar di Scottish Event Campus (SEC). Jokowi juga akan menyampaikan national statement dalam pertemuan COP26 tersebut.

Di sela-sela kegiatan KTT COP26, Jokowi turut diagendakan untuk melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin negara dan juga sejumlah pihak, yaitu Perdana Menteri Inggris, Perdana Menteri Palestina, Presiden Amerika Serikat, CEO Rockefeller, Jeff Bezos, dan Bill Gates.

“Presiden juga akan mengunjungi paviliun Indonesia dan melakukan serangkaian pertemuan bilateral,” ungkap Retno.

Pada sore harinya Jokowi akan menghadiri VVIP Reception yang digelar oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson di Kelvingrove Art Museum, Glasgow, Skotlandia.