KPK: Laporkan Kekayaan Ratusan Miliar, Jenderal Andika Jujur tetapi Belum Tentu “Bersih”

1

PAPUADAILY –Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) merupakan penilaian penyelenggara negara sendiri atas harta kekayaan yang dimilikinya. Pernyataan ini disampaikan Plt Jubir KPK, Ipi Maryati saat dikonfirmasi mengenai LHKPN Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa.

Diketahui, untuk pertama kalinya sejak dilantik pada 2018, Andika melaporkan harta kekayaannya kepada KPK pada 20 Juni 2020. Berdasarkan laman elhkpn.kpk.go.id yang diakses pada Jumat (2/7/2021), jenderal bintang empat itu mengaku memiliki harta kekayaan eengan total Rp 179.996.172.019 yang terdiri dari harta bergerak dan tidak bergerak.

Untuk harta tidak bergerak, menantu dari mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono ini memiliki 20 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Jakarta, Bali hingga Amerika Serikat. Secara total, Andika mengaku seluruh bidang tanah dan bangunan yang dimilikinya ditaksir senilai Rp 38.164.250.000.

Dari 20 bidang tanah dan bangunan yang dimilikinya, Andika mengaku hanya satu bidang tanah dan bangunan, yakni tanah seluas 1000 m2 di Bogor senilai Rp 500 juta yang merupakan hasil sendiri. Sementara 19 bidang tanah dan bangunan lainnya, termasuk yang berada di Amerika Serikat dan Australia merupakan hibah tanpa akta. Selain itu, Andika juga mengaku memiliki harta berupa kas dan setara kas dengan nilai mencapai Rp 126 miliar.

 

“Laporan harta kekayaan (LHKPN) merupakan self-assessment, yang diisi dan dikirimkan sendiri oleh Penyelenggara Negara kepada KPK melalui situs e-LHKPN,” kata Ipi dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Minggu (4/7/2021).

Untuk itu, Ipi menekankan, LHKPN yang diumumkan di laman elhkpn.kpk.go.id tidak dapat menjadi dasar Andika atau pihak manapun untuk mendeklarasikan harta kekayaannya tidak terkait tindak pidana.

Hal tersebut tercantum dalam catatan pengumuman LHKPN yang dimuat di laman elhkpn.kpk.go.id yang menyatakan, “Rincian harta kekayaan dalam lembar ini merupakan dokumen yang dicetak secara otomatis dari elhkpn.kpk.go.id. Seluruh data dan informasi yang tercantum dalam dokumen ini sesuai dengan LHKPN yang diisi dan dikirimkan sendiri oleh Penyelenggara Negara melalui elhkpn.kpk.go.id, serta tidak dapat dijadikan dasar oleh Penyelenggara Negara yang bersangkutan atau siapapun juga untuk menyatakan bahwa harta kekayaan yang bersangkutan tidak terkait tindak pidana. Apabila dikemudian hari terdapat harta kekayaan milik Penyelenggara Negara dan/atau Keluarganya yang tidak dilaporkan dalam LHKPN, maka Penyelenggara Negara wajib untuk bertanggung jawab sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku”.

“Dan, sebagaimana tertuang dalam lembar pengumuman LHKPN, perlu kami sampaikan bahwa LHKPN yang telah diumumkan tidak dapat dijadikan dasar oleh penyelenggara negara atau pihak manapun untuk menyatakan bahwa harta kekayaan penyelenggara negara tidak terkait tindak pidana,” tegas Ipi.

Meski demikian, KPK mengapresiasi para penyelenggara negara yang telah patuh melaporkan harta kekayaannya secara jujur, benar, dan lengkap. “Sebagai wajib lapor, penyelenggara negara terikat untuk melaporkan kekayaannya sebelum dan setelah menjabat, serta bersedia untuk diperiksa kekayaannya sebelum, selama dan setelah menjabat,” katanya.

Diberitakan, Andika telah menyetorkan LHKPN ke KPK untuk pertama kalinya pada 20 Juni 2021. Berdasarkan laman elhkpn.kpk.go.id yang dilihat pada Jumat (2/7/2021), Jenderal bintang empat ini mengaku memiliki harta kekayaan Rp 179.996.172.019.

Harta Andika terdiri dari harta bergerak dan tidak bergerak. Untuk harta tidak bergerak, menantu dari mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono ini memiliki 20 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Jakarta, Bali hingga Amerika Serikat. Secara total, Andika mengaku seluruh bidang tanah dan bangunan yang dimilikinya ditaksir senilai Rp 38.164.250.000.

Berikut rincian 20 bidang tanah yang dimiliki Andika:

  1. Tanah dan bangunan seluas 460 m2/460 m2 di Jakarta Timur, hibah tanpa akta Rp 340.000.000
  2. Tanah dan bangunan seluas 300 m2/300 m2 di Sleman, hibah tanpa akta Rp 1.500.000.000
  3. Bangunan seluas 84 m2 di Jakarta Pusat, hibah tanpa akta Rp 700.000.000
  4. Tanah dan bangunan seluas 340 m2/340 m2 di Cianjur, hibah tanpa akta Rp 150.000.000
  5. Tanah dan bangunan seluas 435 m2/435 m2 di Jakarta Selatan, hibah tanpa akta Rp 4.500.000.000
  6. Bangunan Seluas 32 m2 di Sleman, hibah tanpa akta Rp 575.000.000
  7. Bangunan seluas 76 m2 di Allen Street Pyrmont Nsw, Australia, hibah tanpa akta Rp 1.500.000.000
  8. Bangunan seluas 32 m2 di Sleman, hibah tanpa akta Rp 500.000.000
  9. Tanah dan bangunan seluas 450 m2/450 m2 di Kota Surabaya, hibah tanpa akta Rp 10.537.250.000
  10. Tanah seluas 490 m2 di Bogor, hibah tanpa akta Rp 362.000.000
  11. Tanah Seluas 490 m2 di Bogor, hibah tanpa akta Rp 362.000.000
  12. Tanah Seluas 490 m2 di Bogor, hibah tanpa akta Rp 362.000.000
  13. Tanah zeluas 788 m2 di Bogor, hibah tanpa akta Rp 582.000.000
  14. Tanah seluas 2950 m2 di Tabanan, hibah tanpa akta Rp 201.000.000
  15. Tanah Seluas 566 m2 di Kota Bandar Lampung, hibah tanpa akta Rp 35.000.000.
  16. Tanah seluas 1000 m2 di Bogor, hasil sendiri Rp 500.000.000
  17. Tanah seluas 1145 m2 di Bantul, hibah tanpa akta Rp 458.000.000
  18. Tanah dan bangunan seluas 2223 m2/2736 m2 di 7801 Cadbury Avenue Potomac MD 20854 USA, hibah tanpa akta Rp 4.500.000.000
  19. Tanah dan bangunan seluas 4875 m2/4832 m2 di 5001 Cedar Croft Lane Bethesda MD 20814 USA, USA, hibah tanpa akta Rp 5.000.000.000
  20. Tanah dan bangunan seluas 6248 m2/6248 m2 di 9 Alloway Court Potomac Md 20854 USA, USA, hibah tanpa akta Rp 5.500.000.000.

Sementara untuk harta bergerak, Andika mengaku memiliki dua unit mobil senilai total Rp 2,6 miliar. Andika memiliki satu unit Landrover Sport 3.0 V 6 AT Tahun 2014 seharga Rp 800 juta dan Mercedes Benz Sprinter 315 Tahun 2018 seharga Rp 1,8 miliar. Selain itu, Andika juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 10,1 miliar, surat berharga Rp 2.146.000.000, dan kas atau setara kas senilai Rp 126.985.922.019.

Dalam LHKPN tersebut, Andika mengaku tak memiliki utang. Dengan demikian, total harta kekayaan Andika sebesar Rp 179.996.172.019.