KKB Papua yang Serang Pos TNI di Suru-Suru Ternyata Punya Anggota 50 Orang, Cuma 20 Orang yang Pegang Senpi

8

PAPUADAILY – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua yang menyerang Pos TNI AD di Distrik Suru-suru, Kabupaten Yahukimo beberapa waktu yang lalu merupakan kelompok Lamek Taplo. Kelompok ini diperkirakan hanya beranggotakan 50 orang. Dari jumlah itu, hanya sebanyak 40 persen saja yang memegang senjata api, baik organik maupun rakitan.

Sementara sisanya masih menggunakan peralatan perang tradisional yakni parang dan panah. Senjata api yang dimiliki oleh KKB Papua kelompok Lamek Taplo ini terdiri dari SS1 dan M16 dan pistol rakitan. Hal itu disampaikan oleh Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono.

“Laporan ada 20 senjata yang dipehang oleh mereka (KKB), sementara lainnya menggunakan senjata tajam berupa parang dan panah,” kata Ignatius belum lama ini di Jayapura.

Terkait senjata api organik, Ignatius menduga adalah hasil rampasan.

“Untuk senjata berat seperti minimi, karena tidak dimiliki oleh mereka, yang ada hanya SS1 dan M16. Sisanya pistol dan senjata rakitan,” ujarnya.

Situasi keamanan di Distrik Suru-suru, Kabupaten Yahukimo, Papua, yang tidak kunjung kondusif akibat ulah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang terus melakukan gangguan.

Menyikapi hal tersebut, Komandan Korem 172/PWY Brigjen Izak Pangemanan memastikan TNI tidak melakukan upaya pembalasan meski personelnya sudah ada yang menjadi korban. Menurutnya, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa telah menyampaikan bila pola penanganan KKB di Papua harus diubah dengan tidak lagi mengedepankan upaya represif.

“Sudah dievaluasi Panglima TNI kemarin, kalau kita saling bunuh terus tidak akan selesai. Kita tetap mendorong upaya damai, tentu TNI tidak bisa sendiri, perlu Pemda, tokoh agama, tokoh adat, semua pihak supaya kita hentikan pertumpahan darah,” ujar Izak, pekan lalu, Sabtu (4/12/2021).

Untuk sementara, pasukan TNI yang ada di Suru-Suru diperintahkan untuk bersiaga tanpa melakukan pengejaran.