Ketua Komisi III Minta Polri Tindak Hukum Mafia Penimbun Obat-obatan

6

PAPUADAILY –Ketua Komisi III DPR RI Herman Herry meminta jajaran Polri memberikan perhatian terhadap kebutuhan medis dari suplai oksigen serta obat-obatan untuk Covid-19. Dia meminta Kapolri dan Kabareskrim tidak segan mengambil tindakan hukum terhadap para penimbun. Salah satunya yang penting ada adalah ketersediaan oksigen dan obat-obatan untuk pasien Covid-19.

“Saya berharap Kapolri dan Kabareskrim tak segan-segan mengambil tindakan hukum tegas kepada siapa pun yang menaikkan harga oksigen secara tidak wajar demi keuntungan pribadi,” katanya dalam keterangannya, Jumat (2/7/2021).

Dia meminta Polri menindak mafia yang memperkaya diri dengan menimbun obat-obatan agar harganya melonjak tinggi. Ia dengar belakangan masyarakat mengeluarkan terjadi kelangkaan dan lonjakan harga obat.

“Demikian juga dengan obat-obatan seperti Ivermectin yang tengah diuji klinis oleh BPOM sebagai obat terapi pencegahan dan penyembuhan pasien Covid-19. Belakangan terdengar keluhan dari masyarakat mengenai kelangkaan dan lonjakan harga obat ini. Jangan sampai kondisi pandemi yang memburuk seperti sekarang dijadikan lahan memperkaya diri oleh mafia yang menimbun obat-obatan hingga harganya melonjak dan tak bisa diakses masyarakat,” tegasnya.

Politikus PDIP ini juga mengapresiasi kesigapan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang memberikan instruksi jajarannya untuk akselerasi program vaksinasi Covid-19. 34 Kepolisian Daerah menggelar kegiatan vaksinasi serentak dalam rangka menyambut HUT ke-75 Bhayangkara.

“Tentu saya mengapresiasi instruksi yang diberikan oleh Kapolri Saudara Listyo kepada segenap jajarannya untuk mendirikan gerak vaksin Presisi di seluruh wilayah Kepolisian Daerah se-Indonesia. Saat ini, percepatan program vaksinasi memang menjadi fokus utama demi menekan perburukan penyebaran pandemi Covid-19 di Tanah Air dan Polri bisa dikatakan turut berpartisipasi dalam upaya tersebut,” ujarnya.

“Apalagi berdasarkan informasi yang saya dapatkan, kegiatan vaksinasi massal yang digelar Polri ini berhasil mencapai target 1 juta dosis dalam sehari, bahkan melewati target tersebut. Negara ini tengah betul-betul membutuhkan kesigapan semua pihak seperti Polri untuk bergandengan tangan dan bahu-membahu menekan laju pandemi demi mendukung terciptanya masyarakat sehat dan pemulihan ekonomi nasional,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, dalam rangka memperingati hari jadi Kepolisian Republik Indonesia ke-75 pada 1 Juli 2021, Korps Bhayangkara menggelar vaksinasi Covid-19 serentak di 34 Polda beserta jajaran se-Indonesia pada Sabtu (26/6). Kegiatan tersebut diklaim berhasil menyasar 1.285.460 penerima vaksin sebagaimana data yang Divisi Humas Polri. Adapun vaksin yang disuntikkan adalah produksi Sinovac dengan melibatkan lebih dari 54 ribu vaksinator.