Keren, BUMdes Megamendung dan KTH Sadar Tani Muda Boyong Penghargaan dari Kementerian LHK

14

PAPUADAILY –Nama Kabupaten Bogor kembali harum di kancah nasional. Kali ini, lewat Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) Megamendung Jaya dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Sadar Tani Muda, mereka berhasil memboyong penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

Penghargaan yang diterima BUMdes Megamendung Jaya dan KTH Sadar Tani Muda ini diumumkan Kementerian LHK lewat akun resmi Instagramnya, Kamis (22/7).

Keduanya dianugerahi juara pertama lomba kreatif kehutanan yang digelar dalam rangka menyemarakkan Satu Dekade Korea-Indonesia Forest Center. Lomba ini diselenggarakan oleh Korea Indonesia Forest Center (KIFC)  dan didukung Kementerian LHK Indonesia dan Korea Forest Service (KFS) Republik Korea.

Dalam lomba ini, BUMdes Megamendung jaya menyajikan bagaimana KTH Sadar Tani Muda memproduksi madu lewat budidaya lebah dan mengajak warga untuk mengembangkan potensi kehutanan dan pemberdayaan ekonomi warga sekitar. Tak kalah penting, upaya ini menjadi bagian dari proses pelestarian hutan.

Lewat video bertajuk ‘Inspirasi di Balik Manisnya Lebah Madu’, keduanya sukses menyabet juara pertama.

Direktur BUMDes Megamendung Jaya, M Yusup Solihatul Munawar tak menyangka hasil kolaborasinya dengan KTH Sadar Tani Muda mendapat apresiasi hingga terpilih menjadi juara pertama.

Yusup menceritakan, awalnya ia melihat unggahan Kementerian LHK soal lomba video kreatif kehutanan. Dari situ, ia memutuskan menggandeng KTH Sadar Tani Muda untuk berkolaborasi membuat dokumenter produksi madu dari budidaya lebah.

“Yang kita gali itu madu. Kementerian LHK ini ingin ada video tentang lingkungan di masa pandemi, kebetulan di kita ada KTH Sadar Tani itu, kita angkatlah karena madu mereka bagus dan ada semangat pelestarian hutannya. Alhamdulillah lolos dan dapat juara pertama,” ujar Yusup kepada Metropolitan.id, Kamis (22/7) malam.

Direktur BUMDes Megamendung Jaya, M Yusup Solihatul Munawar

Menurut Yusup, kolaborasi menjadi penting untuk memajukan potensi desa. Pihaknya membuka pintu lebar untuk berkolaborasi dengan siapapun demi kemajuan bersama.

“Seperti dengan KTH ini, mereka kan bukan di Desa Megamendung, tapi di desa sebelah, daera Ciawi, tapi kita kolaborasi. Karena hasil madu mereka juga bagus dan kolaborasi saya pikir penting dilakukan saat ini karena kita tidak bisa berdiri sendiri,” ungkapnya.

Meski baru berdiri di 2020, BUMdes Megamendung Jaya terbilang inovatif dan berprestasi. Sebelumnya, BUMdes Megamendung berhasil mengembangkan bisnis kopi di Megamendung. Buah keberhasilan ini membawa BUMdes Megamendung meraih penghargaan Patriot Desa dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, belum lama ini.

Yusup mengaku prinsip BUMdes Megamendung Jaya dibangun atas dasar kemauan untuk berinovasi. Sebab jika hanya ikut-ikutan dan tak ada yang berbeda, tak mungkin BUMdes yang dikomadoinya bisa dilirik.

“Mungkin kalau saya prinsipinya BUMdes ini harus punya inovasi dan berbeda dengan yang lain. Kalau kita hanya ikut-ikutan, mungkin BUMdes Megamendung tidak akan dilirik. Ke depan kita juga sudah menyiapkan beberapa program yang dikolaborasikan dengan berbagai pihak juga. Mudah-mudahan semua lancar,” harap Yusup.