Keputusan DKPP Dinilai Kerap Dinegasikan KPU dan Bawaslu

3

PAPUADAILY –Koordinator Komite Pemilih Indonesia Jeirry Sumampow melihat peran Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) belum maksimal. Lantaran keputusannya kerap dinegasikan oleh KPU dan Bawaslu.

“Sebetulnya pertanyaan kita yang paling fundamental adalah dalam diskusi kami masih perlu tidak sih DKPP kalau begini situasinya? Kalau masih perlu seperti apa, kalau semua putusannya bisa dinegasikan,” katanya dalam webinar DKPP di ujung tanduk, Minggu (18/7/2021).

“Jadi kalau dia dinegasikan dua penyelenggara pemilu, baik KPU, Bawaslu untuk apa lembaga ini ada,” sambungnya.

Menurutnya, KPU dan Bawaslu merupakan lembaga ex officio di DKPP. Otomatis, dua lembaga penyelenggara pemilu tersebut punya tanggung jawab terhadap DKPP.

 

Dalam pandangannya, secara langsung segala keputusan DKPP juga menjadi keputusan KPU dan Bawaslu. DKPP menjadi tidak berguna bila keputusannya tidak ditindaklanjuti KPU dan Bawaslu.

“Kalau dua lembaga ini (KPU dan Bawaslu) enggan melakukan tindak lanjut terhadap keputusan keputusan DKPP ya untuk apa (DKPP), jadi ini pertanyaan-pertanyaan kita,” ujarnya.