Kemkes Rekrut Relawan sampai Mahasiswa Kedokteran untuk Isolasi Terpusat

4

PAPUADAILY –Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan kepala daerah segera melakukan penyiapan tempat-tempat isolasi terpusat untuk pasien Covid-19 bergejala ringan maupun tanpa gejala. Terkait hal itu, Kementerian Kesehatan (Kemkes) akan merekrut relawan sampai mahasiswa kedokteran tingkat akhir untuk memenuhi ketersediaan tenaga medis di lokasi isolasi terpusat.

“Ketersediaan tenaga medis diupayakan lewat pemenuhan melalui rekrutmen relawan atau usulan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yaitu Gerakan Dokter Semesta, serta pelibatan bidan dan mahasiswa tingkat akhir,” kata Juru Bicara Kemkes, Siti Nadia Tarmizi.

Gerakan Dokter Semesta adalah gerakan yang diinisiasi IDI untuk menyerukan seluruh dokter Indonesia baik dokter umum maupun dokter spesialis untuk mempersiapkan diri dan bergabung menangani pasien Covid-19. Para dokter akan dilatih terlebih dulu terkait penanganan Covid-19, misalnya, keahlian perawatan pasien atau orang yang diduga pasien Covid-19.

Nadia mengatakan, instruksi untuk menyediakan tempat isolasi terpusat berdasarkan surat edaran menteri kesehatan. Pelaksanaannya diatur dalam instruksi menteri dalam negeri untuk pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat dan PPKM mikro.

“Untuk anggaran operasionalnya bisa dari APBD dan APBN tergantung status kepemilikan RS,” kata Nadia terkait penyediaan tempat isolasi terpusat.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyatakan penyediaan tempat isolasi terpusat menjadi salah satu hal penting yang perlu dilakukan di daerah, terutama di wilayah padat penduduk. Tanpa adanya tempat isolasi terpusat, kecepatan penularan Covid-19 di wilayah padat penduduk tersebut diyakini bisa terjadi semakin cepat dan masif.

Hal tersebut menjadi salah satu poin arahan Presiden Jokowi kepada kepala daerah se-Indonesia yang dilakukan melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (19/7/2021).

“Penyiapan rumah isolasi terutama untuk yang bergejala ringan. Kalau bisa, ini sampai di tingkat kelurahan atau desa, ini akan lebih baik. Kalau tidak, paling tidak, ada isolasi terpusat di tingkat kecamatan terutama ini untuk kawasan-kawasan yang padat, utamanya di kota-kota, ini harus ada,” kata Jokowi berdasarkan hasil blusukannya ke kawasan permukiman padat penduduk.

Selain itu, Presiden Jokowi meminta kepala daerah untuk merencanakan dan menyiapkan rumah sakit daerah, termasuk rumah sakit cadangan dan rumah sakit darurat. Hal tersebut perlu dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi lonjakan sehingga kapasitas rumah sakit penuh.