Kementerian Kesehatan Pantau Pasien Covid-19 Isolasi Mandiri

4

PAPUADAILY –Kementerian Kesehatan meminta semua warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 tidak panik dan berlomba-lomba mendapatkan perawatan di rumah sakit. Kementerian menetapkan hanya mereka yang terukur memiliki saturasi oksigen di bawah 95 persen yang akan diterima untuk opname.

Selebihnya akan dimotivasi untuk menjalani isolasi terpusat maupun, jika memenuhi persyaratan, isolasi mandiri di rumah. Garis tegas diambil sebagai manajemen kasus demi mengurangi beban rumah sakit yang sebagian sudah sangat berlebih karena bed occupancy rate lebih dari 80 persen (zona merah).

“Secara teoritis, 20 persen dari kasus aktif butuh bed, butuh layanan rumah sakit, dan 5 persen dari 20 persen itu butuh layanan ICU. Itu sangat berat buat kita,” kata Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Abdul Kadir, dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan daring, Jumat malam 17 Juli 2021.

Itu sebabnya pasien dengan saturasi oksigen lebih dari 95 persen diminta isolasi mandiri. Bagi mereka, Kementerian Kesehatan menjanjikan pemantauan dan dukungan.

Abdul Kadir menyebutkan kalau pemerintah telah meluncurkan layanan resmi telemedicine atau layanan dokter jarak jauh. Pasien dipersilakan memanfaatkan satu di antara 11 platform online yang telah digandeng Kementerian Kesehatan untuk layanan tersebut.

Dalam diskusi tersebut Abdul Kadir menyatakan kalau sistem telemedicine sebenarnya telah terintegrasi sejak seorang warga menerima hasil tes PCR dari laboratorium yang terintegrasi dalam jaringan Kementerian Kesehatan. “Pasien terkonfirmasi positif oleh laboratorium, datanya akan masuk NAR,” katanya merujuk sistem aplikasi yang dimiliki Kemenkes.

Selanjutnya, pasien diinfokan melalui chat WhatsApp untuk tetap tenang dan tidak pelu panik serta melakukan isolasi mandiri jika memenuhi syarat untuk melakukan itu. “Pasien akan dipantau dan dalam masa pemantauan dapat melakukan konsultasi dan berobat melalui layanan telemedicine,” katanya.