Keluarga Korban Penembakan di Wamena, Tuntut Polisi Bayar Denda Adat Rp 4 Miliar dan 30 Babi

0

PAPUADAILY –Menyusul penembakan yang menyebabkan seorang warga sipil meninggal dunia di Wamena beberapa waktu lalu, keluarga korban penembakan menuntut denda adat kepada anggota Polres Jayawijaya sebesar Rp4 miliar dan 30 babi.

Kapolres Jayawijaya AKBP Muh Safei mengatakan, mereka meminta waktu satu bulan untuk menyiapkan tuntutan denda dari keluarga.

“Karena Polres sebagai orang yang dituntut, kami minta waktu satu bulan untuk konsolidasi menyiapkan apa yang harus kita siapkan. Keluarga minta Rp4 miliar dan 30 ternak (babi),” ujarnya, Senin (25/10/2021). Dikutip iNews.id.

Setelah dilakukan persiapan terkait tuntutan tersebut, polisi akan memanggil lagi pihak keluarga untuk bernegosiasi terkait kemampuan menyanggupi tuntutan.

“Pelaku di sini oknum anggota dan gajinya tidak masuk akal kalau dibilang Rp4 miliar sehingga nanti kami Polres Jayawijaya, yang menjembatani,” katanya.

Dia mengatakan, dua anggota pelaku penembakan akan dilibatkan dalam pembayaran denda.

“Kami siapkan uang paling tidak sesuai kemampuan dari dua orang yang dituntut. Kami (Polres Jayawijaya) bantu-bantu,” ucapnya.

Diketahui, babi merupakan ternak berharga untuk masyarakat di wilayah pegunungan tengah Papua. Hewan ini biasa digunakan untuk penyelesaian berbagai persoalan sosial atau hukum di wilayah Papua sehingga harga babi pun cukup mahal dibandingkan ternak lain.

Sebelumnya, warga sipil bernama Surya Wenda tewas tertembak dengan tiga luka dalam keributan di Jalan Pattimura Atas, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, pada 12 Oktober lalu.

Warga ini diduga terkena tembakan oknum anggota Brimob. Tembakan dilepaskan saat terjadi keributan.***