Kebakaran SMAN 1 Oksibil Ternyata Ulah KKB, Ini Kronologis Lengkapnya

53

PAPUADAILY – Terbakarnya SMA Negeri 1 Oksibil yang berlokasi di Jalan Esipding Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang sekira pukul 03.00 WIT ternyata ulah dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Ngalum Kupel pimpinan Lamek Alipki Taplo dan Enos Alwolmabin. Informasi tersebut kami dapatkan melalui rilis tertulis yang diterbitkan oleh Subbid Penmas Bid Humas Polda Papua.

Peristiwa kebakaran sekolah tersebut awalnya dilaporkan oleh warga sekitar sekira pukul 04.30 WIT. Mendengar laporan tersebut Wakapolres Kompol Anton Ampang TL, SM bersama Personel Polres Pegunungan Bintang dan Personel Satgas Gabungan Polri bergerak menuju tempat kejadian. Sesampainya di lokasi, para personil langsung mengecek TKP Kebakaran sekaligus membantu memadamkan api.

Kondisi sekolah saat kebakaran berlangsung (Foto: Istimewa)

Pukul 06.44 WIT, api akhirnya berhasil dipadamkan, selanjutnya Personel Sat Reskrim Polres Pegunungan Bintang langsung melakukan olah TKP untuk mencari tahu penyebab kebakaran.

Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan dari beberapa orang saksi didapatkan informasi bahwa warga sempat melihat sekelompok orang dengan membawa senjata api dan alat perang lainnya melintas namun para saksi tidak berani keluar rumah karena merasa takut dengan kelompok tersebut.

Setelah dilakukan penyelidikan lebih mendalam, akhirnya diketahui bahwa Pembakaran tersebut dilakukan oleh KKB Ngalum Kupel pimpinan Lamek Alipki Taplo dan Enos Alwolmabin. Saat ini personil gabungan masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

Situasi TKP saat api berhasil dipadamkan oleh tim gabungan Polri dan TNI (Foto: Istimewa)

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH dalam keterangan tertulis menyayangkan terjadinya aksi biadab yang dilakukan oleh KKB tersebut.

“Karena Sekolah merupakan tempat bagi anak- anak kita sebagai penerus bangsa untuk menuntut ilmu,” ucapnya.

Akibat kebakaran tersebut, bangunan SMA Negeri 1 Oksibil akhirnya ludes terbakar. Dari lokasi kejadian, pihak kepolisian berhasil mengamankan beberapa barang bukti diantaranya kursi sebanyak 1 buah, atap seng sebanyak 2 buah, tali bendera ukuran 4 m sebanyak 1 buah, kayu balok ukuran 5×10 sebanyak 2 buah.

Untuk mengamankan situasi pasca kejadian tersebut, beberapa personil gabungan TNI dan Polri terus melakukan patroli di tempat-tempat rawan tindak pidana. Kombes Ahmad menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas di Kabupaten Pegunungan Bintang agar tetap aman dan kondusif.