Kasus Covid-19 Meningkat, Target Pertumbuhan Ekonomi Berpotensi Tak Tercapai

1

PAPUADAILY –Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021 di kisaran 5 persen. Optimisme target tersebut didasarkan sejumlah indikator ekonomi yang berangsur mengalami pemulihan.

Meski demikian, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih cenderung ke bawah karena adanya risiko gelombang kedua Covid-19. Apalagi, secara nasional, penyebaran virus juga mengalami lonjakan.

“Kalau kita lihat kurva Covid-19 di negara-negara maju ini mengalami penurunan, seperti di US. Sementara di negara berkembang seperti Indonesia, kurvanya belum sustain ke bawah, malah di Indonesia terjadi second wave,” kata Chief Economist Mandiri Sekuritas Leo Putera Rinaldy dalam jumpa pers, Selasa (29/6/2021).

Leo mengatakan, kecepatan menekan laju kenaikan kasus Covid-19 dan proses vaksinasi secara nasional menjadi kunci pemulihan ekonomi jangka pendek, sebelum reformasi struktural dapat mempunyai dampak lebih luas terhadap ekonomi jangka menengah.

“Positifnya, dari sisi vaksin, per 27 Juni dosis vaksin (yang sudah disuntikkan) sudah di atas 1 juta per hari, jadi memang sudah dipercepat,” kata Leo.

Lebih lanjut, selain penanganan Covid-19 dan percepatan vaksin, realisasi stimulus fiskal di level pemerintah daerah juga harus ditingkatkan. “Karena total pengeluaran pemerintah daerah masih terkontraksi sebesar -7,8 persen year on year hingga Mei 2021,” ujar Leo.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021 di kisaran 5 persen. Optimisme target tersebut didasarkan sejumlah indikator ekonomi yang berangsur mengalami pemulihan.

Meski demikian, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih cenderung ke bawah karena adanya risiko gelombang kedua Covid-19. Apalagi, secara nasional, penyebaran virus juga mengalami lonjakan.

“Kalau kita lihat kurva Covid-19 di negara-negara maju ini mengalami penurunan, seperti di US. Sementara di negara berkembang seperti Indonesia, kurvanya belum sustain ke bawah, malah di Indonesia terjadi second wave,” kata Chief Economist Mandiri Sekuritas Leo Putera Rinaldy dalam jumpa pers, Selasa (29/6/2021).

Leo mengatakan, kecepatan menekan laju kenaikan kasus Covid-19 dan proses vaksinasi secara nasional menjadi kunci pemulihan ekonomi jangka pendek, sebelum reformasi struktural dapat mempunyai dampak lebih luas terhadap ekonomi jangka menengah.

“Positifnya, dari sisi vaksin, per 27 Juni dosis vaksin (yang sudah disuntikkan) sudah di atas 1 juta per hari, jadi memang sudah dipercepat,” kata Leo.

Lebih lanjut, selain penanganan Covid-19 dan percepatan vaksin, realisasi stimulus fiskal di level pemerintah daerah juga harus ditingkatkan. “Karena total pengeluaran pemerintah daerah masih terkontraksi sebesar -7,8 persen year on year hingga Mei 2021,” ujar Leo.