Kapolda Papua Barat Tekankan Pentingnya Eksistensi Budaya di Era Disrupsi

3

Papua Daily – Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Tornagogo Sihombing, menekankan pentingnya eksistensi budaya di era disrupsi. Tradisi dan kearifan lokal masyarakat di Papua Barat ini juga bisa disosialisasikan dalam konten televisi serta radio.

Hal ini disampaikannya dalam Gerakan Literasi Sejuta Pemirsa (GLSP) yang dilaksanakan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) di Kota Sorong, Papua Barat, Rabu (17/11/2021).

Selain pentingnya eksietensi budaya, dia mengatakan, masyarakat sebagai pengonsumsi konten media harus mampu memilah dan memilih tayangan dan siaran yang baik, sesuai kebutuhan. Tantangan ke depan dengan kemajuan teknologi yakni kemampuan literasi di masyarakat.

Hal ini juga menjadi sebuah kontribusi untuk menjaga industri penyiaran untuk dapat terus bertahan dengan konten-konten positif dan bermanfaat. Dia pun mengapresiasi langkah KPI bekerja sama dengan Polda Papua Barat dalam menggelar GLSP.

“Kami haus dengan sosialiasi semacam ini, karena teknologi media ada dalam genggaman dan kita harus punya kecerdasan dalam memanfaatkan,” ujarnya. Dalam GLSP ini juga digelar Bazar Usaha Kecil, Koperasi dan Menengah (UMKM) dari jajaran pengurus Bhayangkari di daerah Papua Barat.

Barang yang dipamerkan merupakan hasil karya anggota Bhayangkari di setiap cabang, sebagian besar menggunakan sumber daya alam setempat. Hadir dalam GLSP ini, Ketua KPI Pusat Agung Suprio, Komisioner KPI Pusat Hardly Stefano Pariela, Nuning Rodiyah, Ketua Bhayangkari Cabang Manokwari yang juga menjadi narasumber GLSP dr Feilin Tanita, serta Martha Victoria dari Academy Indosiar 2020 yang berasal dari Papua Barat.