Jersey Legenda Timnas Dilelang untuk Dukung Tim Sepak Bola PON NTT, Raih Rp Rp101.500.000

0

PAPUADAILY –Jersey sejumlah pemain legenda sepak bola Indonesia, dilelang di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (11/9/2021). Terkumpul Rp Rp101.500.000 untuk mendukung tim sepak bola NTT di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua.

Terdapat lima jersey yang dilelang oleh calon Ketua Asprov PSSI NTT Farry Djemi Francis bersama wakilnya David Fulbertus tersebut.

Lima jersey yang dilelang jersey mantan kiper timnas era 1970-an, Yudo Hadiyanto, dan jersey beberapa mantan pemain timnas Herry Kiswanto, Rully Nere, dan Bambang Nurdiansyah. Juga terdapat jersey mantan pelatih timnas Rahmad Dharmawan.

Lelang jersey bersertifikat ini dilakukan untuk mendukung tim sepak bola Nusa Tenggara Timur (NTT) yang kembali berlaga di PON Papua setelah 30 tahun vakum.

Hasil lelang jersey legenda timnas tersebut mencapai angka Rp101.500.000 dengan salah satu jersey yang dihargai hingga Rp25 juta.

Farry Francis menyerahkan secara simbolis hasil lelang kepada ketua panitia acara David Fulbertus yang kemudian diserahkan kepada Sekretaris Asprov PSSI NTT, Lambert Tukan.

Acara penyerahan dilakukan di Lapangan Bali United Kupang, Sabtu (11/9/2021).

“Ini bukan jersey kaleng-kaleng, tetapi jersey asli. Ditanda tangani mantan pemain nasional yang merupakan legenda timnas dan kebanyakan dari Liga 1 dan Liga 2,” kata Fary. Dikutip Kompas.com.

Fary menjelaskan, kelima pemain legendaris timnas ini sepakat untuk mendukung penuh tim sepak bola NTT yang akan berlaga di PON Papua.

“Hasil lelang ini untuk memberikan dukungan semangat bagi tim sepak bola NTT yang saat ini siap berlaga di PON. Ini merupakan mimpi kita, NTT bisa kembali berlaga di PON,” imbuh Fary.

Fary menceritakan masih dalam ingatannya 30 tahun lalu ketika ikut berlaga di PON melawan NTT.

Namun, saat itu Fary membela tim PON Timor-Timur, yang masih menjadi provinsi ke-27 Indonesia.

“Saya masih ingat 30 tahun lalu sepak bola NTT juga lolos PON. Setelah itu kita tidak lolos lagi. Saya waktu itu main juga di tim PON, tapi bukan bela NTT. Saya main sebagai kiper untuk tim Timor-Timur,” ungkapnya.

“Waktu itu kita berhadapan dengan tim NTT juga, tapi hasil imbang.”

Menurutnya, semua masyarakat harus mendukung dan mengapresiasi Asprov PSSI NTT yang kembali membawa tim sepak bola lolos di PON.

Fary pun mengapresiasi lima orang pemenang lelang jersey yang telah mendukung tim sepak bola NTT dengan caranya masing-masing.

“Lima jersey Timnas ini saya serahkan kepada penyelenggara yakni bung David Fulbertus yang kemudian akan dikirim kepada para pemenang lelang. Ini rasa kebanggaan kita untuk tim sepak bola NTT,” ujarnya.

Fary menegaskan, uang hasil lelang tersebut diberikan kepada seluruh pemain sepak bola sebagai uang saku.

“Dana yang dikucurkan ini lebih banyak untuk uang tambahan saku para pemain. Dana yang lain silahkan diurus tapi yang ini untuk dukung uang saku mereka, mungkin untuk oleh-oleh maupun ke tempat wisata di Papua,” jelas Fary.

Sekretaris Asprov PSSI NTT Lambertus Ara Tukan mengucapkan terima kasih atas perhatian Fary Francis dan para pemerhati bola di NTT.

“Jumlah uang bukan menjadi ukuran melainkan rasa bangga terhadap tim sepak bola NTT harus ditingkatkan,” kata Lambertus.

Lambertus menuturkan, pemerintah provinsi mengalokasikan dana sebesar Rp2 miliar khusus untuk cabang olahraga sepak bola, yang dua hari lalu telah tiba di Yogyakarta untuk menjalani uji coba.

“Sekali lagi terima kasih kepada Pak Fary, yang telah berusaha berkontribusi untuk perkembangan sepak bola NTT dalam ajang PON,” kata dia.***