Jeritan Histeris Hutan Papua, Prajurit Rajawali TNI Selamatkan Kristin

6
Jeritan Histeris Hutan Papua, Prajurit Rajawali TNI Selamatkan Kristin

Rabu 24 November 2021 menjadi hari yang menegangkan bagi prajurit militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas di Pos Yakyu, Kampung Rawabiru, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua. Bagaimana tidak menegangkan, ketika itu prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Papua, Nugini, Batalyon Infanteri (Yonif) 123/Rajawali, harus berhadapan dengan situasi darurat untuk menyelamatkan dua nyawa sekaligus. 

Jadi cerita begini, saat itu prajurit TNI Yonif 123/Rajawali sedang berada di pos. Tiba-tiba saja didatangi oleh seorang warga setempat. Warga itu melaporkan bahwa ada seorang ibu hamil tua sedang membutuhkan bantuan medis di tengah hutan. 

“Ya, salah satu pos kami yang berada di Pos Yakyu Kampung Rawabiru dengan sigap merespons informasi itu dan bergerak menuju lokasi,” kata Komandan Yonif 123/Rajawali, Letnan Kolonel Inf Goklas P Silaban dilansir VIVA Militer Jumat 26 November 2021.

Setiba di lokasi, ternyata ibu hamil bernama Kristin dalam kondisi mengkhawatirkan. Bayi yang dikandungnya sudah waktunya untuk lahir ke dunia. Sementara situasi di lokasi tak menguntungkan. Kristin tak henti menjerit histeris karena alami kontraksi hebat. 

“Jadi saat itu Ibu Kristin dalam perjalanan ke dalam hutan bersama suaminya. Dan di tengah jalan harus diambil tindakan persalinan darurat,” ujar Letkol Goklas. 

Dalam kondisi itu, akhirnya prajurit TNI langsung melaksanakan tindakan medis darurat untuk menyelamatkan nyawa Kristin dan bayinya. Kristin dievakuasi ke gubuk singgah beratap terpal yang ada dalam hutan. Dengan peralatan medis seadanya, prajurit medis Yonif 123/Rajawali membantu proses persalinan. Dan persalinan darurat itu berhasil dengan baik. Bayi lahir dan nyawa Kristin berhasil diselamatkan.

Menurut Komandan Pos TNI Yakyu, Letda Darwin Simanulang, saat itu memang tak mungkin membawa Kristin ke Puskesmas untuk persalinan. Sebab puskesmas terdekat berjarak sekitar 30 kilometer dari Yakyu. Dan perjalanan menuju puskesmas tak bisa ditempuh melalui jalan darat. Sebab jalurnya menembus rawa-rawa dan hanya bisa ditempuh dengan menggunakan ketinting alias perahu kecil. Bayi laki-laki yang dilahirkan Kristin merupakan anak ketiganya dengan suaminya bernama Thomas. Keluarga itu sangat berterima kasih atas pertolongan darurat yang telah diberikan prajurit TNI.