Jalan Trans-Papua Dianggap Hilangkan Ribuan Hektar Hutan

2

PAPUADAILY –Pembangunan Jalan Trans-Papua yang termasuk dalam proyek prioritas nasional (PSN) dan sedang berjalan, dianggap telah menghilangkan ribuan hektar hutan.

Hal tersebut terungkap dalam Launching Hasil Desk Study, “Analisis Pengaruh Rencana Pembangunan Major Project Jalan Trans Papua Terhadap Aspek Sosial-Ekologis Papua”, yang diselenggaran oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Selasa (06/07/2021).

Dalam jangka panjang, pembangunan Trans-Papua ini diprediksi bisa menghilangkan tutupan hutan seluas tiga kali luas Kota Yogyakarta yakni 12.469 hektar. Sekitar 4.772 hektar di antaranya merupakan hutan lindung.

Proyek Trans-Papua meliputi sembilan ruas jalan dan rencananya akan dibangun sepanjang 2.300 kilometer.

Hingga kini, berdasarkan citra satelit terdapat 74 kilometer yang masih terputus dan dalam tahap pembangunan lanjutan.

Dalam paparannya, Peneliti Walhi Umi Marufah mengungkapkan, semenjak proyek dimulai tahun 2001 hingga 2019, banyak hutan yang telah hilang.

Selama kurun waktu tersebut ada sekitar 34% non-kawasan hutan yang hilang. Selebihnya 22% kawasan hutan lindung konservasi dan 44% hutan produksi juga hilang.

Umi menyebutkan, pembangunan ruas jalan Fakfak-Windesi telah menghilangkan hampir 4.000 hektar hutan produksi.

Selanjutnya, pada ruas jalan Wagete-Timika, telah hilang 2.000 lebih hektar hutan produksi dan 500 hektar hutan lindung.

Kemudian ruas jalan Wanggar-Kwatisore-Kp Muri juga kehilangan lebih dari 1.500 hektar hutan produksi dan 500 hektar hutan lindung dan konservasi

Sedangkan di ruas jalan Wamena-Elelim-Jayapura telah kehilangan hampir 1.500 hektar hutan lindung serta 2.500 hekatar hutan produksi.

“Dari tahun ke tahun terjadinya penurunan tutupan hutan seiring dengan meningkatnya panjang ruas jalan yang dikerjakan,” papar Umi.

Walhi memprediksi, dalam jangka pendek ketika terjadi pembukaan hutan lagi untuk melanjutkan pembangunan 74 kilometer jalan yang masih tersisa bisa menghilangkan 57 hektar hutan.

“Jika ada pembukaan jalan lagi maka menghilangkan 57 hektar tutupan hutan, 20 hektar di antaranya adalah hutan lindung,” jelas Umi.

Sementara untuk jangka menengah, efek tepi 100 meter kiri kanan jalan, Walhi memprediksi potensi tutupan hutan yang akan hilang bisa mencapai 1.290 hektar.

Selain hilangnya tutupan hutan, beberapa keaneka ragaman hayati seperti flora fauna yang dilindingi pun terancam keberadannya. Seperti Anggrek Kasut Ungu dan Kanguru Pohon Mbaiso.