ITAGI Ungkap Fakta di Balik Vaksin Dosis Ketiga untuk Tenaga Kesehatan

4

PAPUADAILY –Kementerian Kesehatan (Kemkes) telah memulai penyuntikan vaksin Covid-19 dosis ketiga untuk tenaga kesehatan (nakes) dengan menggunakan vaksin Moderna dari Amerika Serikat. Alasannya, efikasi vaksin Sinovac melemah setelah tiga bulan disuntikkan.

Ketua Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Prof Sri Rejeki menjelaskan, penelitian yang dilakukan di Bandung, Jawa Barat oleh Sinovac dan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) menunjukkan hasil bahwa setelah 2 minggu divaksinasi 2 dosis atau lengkap, antibodi yang terbentuk sangat tinggi. Namun setelah tiga bulan, antibodi kembali turun. Bahkan ketika mencapai enam bulan, antibodi tersebut akan semakin menurun.

“Kita baru dapat hasil penelitiannya dalam beberapa minggu ini. Nah kita baru tahu. Aduh kalau kayak gini ya pasti mereka (nakes, red) harus segera divaksin booster,” ucap Sri.

Sri menuturkan, merujuk pada penelitian tersebut, nakes perlu mendapatkan vaksinasi dosis ketiga karena mereka sangat berisiko tinggi untuk terinfeksi Covid-19. Hal tersebut menjadi perhatian darurat ITAGI untuk memberi rekomendasi nakes harus divaksin dosis ketiga.

“Jadi ini memang keadaan darurat. Vaksin dosis ketiga bertujuan supaya tenaga kesehatan bisa bekerja dengan baik. Karena kalau terinfeksi dan harus melakukan isolasi mandiri itu kan butuh 2 minggu. Lalu erus siapa yang ngurus pasien?” ucap Sri.

Meski hasil penelitian menunjukkan terjadinya penurunan antibodi, Sri menegaskan, sampai saat ini pihaknya masih terus meneliti untuk mengetahui titer antibodi yang terbentuk setelah mendapat suntikan vaksin dosis lengkap. Apakah termasuk level tertinggi, ambang pencegahan, atau protektif level.